Saat Dia Menolak Memaafkanku!!!
Anda sudah memohon ampun kepada Allah atas segala dosa. Anda juga ingin meminta maaf kepada mereka yang Anda sakiti dengan perbuatan Anda. Namun apa yang harus Anda lakukan bila maaf tak kunjung diberikan?
Mudah diucapkan…
Maaf. Inilah salah satu kata yang sering kali mudah diucapkan namun sulit dilaksanakan dengan hati dan keikhlasan. Setiap Lebaran tiba, mudah saja kita mengulurkan tangan kepada orang lain sambol mengatakan “maaf lahir batin” tanpa benar-benar berniat meminta maaf. Tanpa benar-benar berfikir : “Dalam waktu setahun ini, sudah berapa kata yang kuucapkan yang mungkin menyakiti hati saudaraku ini? Sudah berapa banyak perbuatanku yang mungkin merugikan dia? Bagaimana kalau dia tak ridha? Mestikah aku pulang ke akhirat dengan membawa beban dosa dan kesalahan yang belum diikhlaskan?”
Sebab, Rasulullah SAW memang mengajarkan kaum Muslimin untuk berusaha meminta maaf dan memperbaiki kesalahan di dunia ini. Siapa pun yang memiliki tanggungan terhadap orang lain, baik menyangkut kehormatannya atau apa saja, harus segera menyelesaikan sehingga gugurlah tanggung jawab itu (baik dengan meminta maaf atau minta dihalalkan atau diiklaskan sebuah urusan) karena di akhirat nanti tidak akan sedikit pun kemampuan atau kekayaan yang bisa digunakan untuk menebus. Orang yang mempunyai tanggungan dan belum meminta halal ketika di dunia, kelak akan diperhitungkan dengan amalnya : apabila dia punya amal shaleh, dari amal shalehnya itulah tanggungannya akan ditebus; bila tidak memiliki, maka dosa atas orang yang disalahinya akan ditimpakan kepadanya, dengan ukuran tanggungannya.
Sebaliknya, saudara Anda juga mudah sekali berucap, “Ya, sama-sama” tanpa merenungkan, benarkah dia sudah mengikhlaskan kekurangan dan kesalahan Anda? Benarkah sudah tak tersisa sedikit pun lagi ketidakridhaan atas perbuatan dan kata-kata Anda? Betulkah bahwa dengan demikian dia tidak akan lagi, misalnya, mengungkit-ungkit kesalahan yang sudah Anda mintakan maaf itu?
Padahal meminta maaf adalah salah satu ciri penting watak seorang Muslim, sesuatu yang ikut menentukan keselamatan Anda di dunia dan di akhirat. Sebaliknya, memaafkan adalah salah satu perbuatan mulia yang dapat memasukkan seseorang ke surga. Allah Ta’ala berfirman : “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. (Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (QS. Ali Imran : 133 – 134).
Karena itulah dibutuhkan kesungguhan hati dan keikhlasan dalam diri seorang peminta maaf ketika meminta maaf, dan si orang yang dimintai maaf ketika dia mengatakan, “ya, tidak apa-apa, sama-sama.” Dengan demikian insyaAllah perbuatan meminta maaf dan memberi maaf ini menjadi suatu tindakan yang mendapat ridha dan ampunan dari Allah Ta’ala.
…Sulit Dilaksanakan
Namun bagaimana kalau orang yang dimintai maaf justru tidak ridha dan tidak bisa memaafkan? Bukankah sering kita dengar orang yang dalam keadaan sangat marah bersumpah, “Aku tidak akan ridha, tidak akan memaafkan, sampai mati!! Sampai tujuh turunan!!”
Misalnya saja masalah yang terjadi di antara suami dan istri. Ketidakridhaan seorang suami bisa menjebloskan seorang perempuan ke dalam kemurkaan Allah kalau si istri adalah ahli maksiat, alias tukang berbuat dosa, atau membangkang ketika suaminya mengajak kepada kebenaran dan ketaqwaan kepada Allah Ta’ala.
Apa yang Harus Dilakukan?
Tetap sabar. Perlu secara aktif meyakinkan diri untuk bersabar dan terus meminta pertolongan Allah untuk meredakan amarah orang yang pernah kita saikiti.
Berdo’a. Terus menerus meminta pertolongan Allah Ta’ala agar menggerakkan hati orang yang telah kita sakiti untuk bisa menerima maaf dari kita.
Minta bantuan orang lain menasehati. Ini saatnya meminta seseorang yang dipercaya dan lebih berilmu untuk memberi nasehat kepada orang yang telah kita sakiti.
Jangan putus asa atau berhenti ‘hidup’.
Setelah itu kita pasrahkan semuanya kepada Allah SWT karna hanya Dia-lah yang Maha Tahu, Maha Pemaaf bagi hamba-Nya yang benar2 bertaubat. Amiien….
Share This Article
Sign up Free Email Newsletter
Stay Updates with this Blog. Get Free email newsletter updates, Enter your Email here:Don't forget to confirm your email subcription









7 Comments to “Saat Dia Menolak Memaafkanku!!!”
Pertamaaaaaaaaaax dulu.
asyik nih pertamax mulu he..
[Reply]
meminta maaf itu susah, dan memberi maaf lebih susah.
doakanlan orang yang pernah kita zalimi (dan ga mau memaafkan) agar Allah mengampuni semua dosanya.
nice post
Mohon maaf lahir dan bathin, ayo dimaafin ngga?
[Reply]
riyanti Reply:
August 16th, 2009 at 1:43 am
njih kang Arhsa, sami2 ^-^ mohon maaf lahir dan bathin 2.
Salam sayank
[Reply]
Maaf ya mbak….. web.id y ketinggalan. sekarang link y dah di pasang dengan benar. Salam ……….
[Reply]
riyanti Reply:
August 30th, 2009 at 2:13 am
xixixi…matur tengkyu ea kang sasukeplasa dah dibenahin ^-^
Salam 2
[Reply]
mengapa tidak:)
[Reply]
[...] barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu yang termasuk perbuatan yang mulia.” (Qur’an [...]