Coba cara berikut untuk 'mendamaikan' pasangan dan sahabat.
Saat ini Anda sudah memiliki kekasih yang cocok dan sesuai harapan. Berwajah tampan, pintar, menyenangkan dan memanjakan Anda. Tetapi masalah justru muncul dan membuat Anda mengalami dilema. Ternyata sahabat dekat Anda tidak menyukai dia.
Kondisi tersebut memang menempatkan Anda dalam posisi yang sulit. Anda pasti menginginkan kalau sahabat bisa akrab dengan kekasih. Untuk...
Sahabat adalah tempat untuk berjabat...
Sahabat adalah tempat untuk saling mengikat...
Janji janji setia
bersaudara, terjalin kasih cinta sejati di dalamnya...
Sahabat akan mencari walau tak dicari...
Sahabat selalu memberi walau tak diberi...
Sahabat akan menerima walau tak suka...
Sahabat bagai Bumi Pertiwi yang tak henti memberi...
Walaupun ia disakiti
Tuhan...
Berikan aku sahabat-sahabat yang selalu setia dalam...
Sahabat???
Yang tak kalah penting untuk menghindari “nasib” seperti ini adalah, tentu saja, dengan memilih jenis orang yang Anda jadikan sahabat.
Islam sudah memberikan batasan-batasan yang jelas dalam hal pertemanan ini. Mengapa?? Karena teman memiliki pengaruh yang besar sekali. Rasulullah bersabda, “Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)....
Kata orang, “kalau punya teman seperti itu, aku tidak perlu musuh!” Kalimat yang menggambarkan keperihan hati ini biasa dilontarkan orang yang pernah disakiti oleh orang terdekat. Misalnya, seseorang yang selama ini kita anggap sahabat, tempat kita mencurahkan isi hati.
Anda tidak perlu membaca tabloid atau menonton acara televisi infotainment dan kriminalitas untuk melihat betapa pengkhianatan dihadapi begitu banyak orang di sekitar...
Pepatah mengatakan, “seribu orang sahabat masih kurang, sementara seorang musuh adalah terlalu banyak”. Dari pepatah ini mungkin kita akan mengatakan ternyata kita masih perlu mencari teman. Sehingga dalam syair Arab dikatakan “Jika kita ingin mengetahui seseorang jangan tanyakan langsung pada orangnya atau kita langsung melihat orangnya, tapi sebaliknya kamu lihat temannya, karena dapat dipastikan temannya itu akan membentuk perilaku...