HAIDL (3)
V. ISTIHADLOH HAIDL
Istihadloh adalah darah yang keluar dari kemaluan wanita selain haidl dan nifas. Diantara tanda dari darah istihadloh haidl adalah,
a. Masa keluarnya tidak mencapai 24 jam.
b. Masa keluarnya lebih dari 15 hari 15 malam.
c. Darah yang keluar dari wanita yang belum mencapai batas usia.
d. Darah yang warna dan sifatnya tidak sesuai dengan warna dan sifatnya darah haidl.
e. Darah yang keluar pada masa suci.
f. Darah yang keluar saat akan melahirkan atau bersamaan dengan kelahiran bayi, dengan syarat darah tsb tidak bersambung dengan haidl sebelumnya.
Selain sub b, hukumnya istihadloh secara mutlak (atau dihukumi seperti istihadloh). Sedangkan metode menetapkan haidl dan suci dari wanita yang mengalami istihadloh (darah lebih dari 15 hari 15 malam) adalah sbb :
1. WARNA DAN SIFAT DARAH BISA DIBEDAKAN
Apabila darah bisa dibedakan (antara kuat dan lemah) dan menetapi 4 syarat pokok yaitu,
- Darah kuat mencapai 24 jam.
- Darah kuat tidak lebih dari 15 hari 15 malam.
- Antara darah kuat dan darah lemah tidak silih berganti (selang-seling).
- Darah lemah tidak kurang dari 15 hari, jika darah lemah tsb terletak diantara darah kuat.
Maka hukumnya adalah, darah kuat = HAIDL dan darah lemah = ISTIHADLOH.
Contoh :
Seorang wanita (pernah haidl maupun belum pernah) mengeluarkan darah sbb :
Darah kuat ……………………………..= 10 hari
Darah lemah ………………………….= 20 hari
—————————————————-
= 10 hari pertama hukumnya haidl
20 hari selanjutnya hukumnya istihadloh
Keterangan :
1. Selama darah bisa dibedakan dan menetapi syarat-syarat di atas, maka yang dihukumi haidl adalah darah kuat. Baik mustahadloh sudah punya adat haidl maupun belum pernah haidl, kecuali jika antara adat haidl dan perbedaan darah (kuat) terpisah masa minimal 15 hari.
Jika jarak antara lamanya masa adat haidl dan darah kuat ada 15 hari, maka hukumnya adalah,
Masa sesuai adat haidl …………………..= HAIDL
Darah kuat ………………………………………..= HAIDL
Masa diantaranya …………………………….= SUCI
Contoh :
Seorang wanita mempunyai adat haidl 3 hari, mengeluarkan darah sbb :
Darah lemah …………………………….= 19 hari
Darah kuat ………………………………= 3 hari
—————————————————
= 3 hari pertama hukumnya haidl (disamakan adat)
= 16 hari selanjutnya hukumnya suci (baca : istihadloh)
= 3 hari selanjutnya hukumnya haidl (darah kuat)
2. Berikut warna dan sifat darah haidl sesuai urutan yang paling kuat (no. 1 lebih kuat dari no. 2, 3 dst. Sifat a lebih kuat dari sifat b) :
Warnanya adalah :
1. Hitam
2. Merah
3. Merah kekuning-kuningan
4. Kuning
5. Keruh
Sedangkan sifat-sifatnya adalah :
a. Kental
b. Berbau
c. Cair
d. Tidak berbau
2. WARNA DAN SIFAT DARAH TIDAK BISA DIBEDAKAN
Apabila darah tidak bisa dibedakan (warna dan sifatnya sama) atau bisa dibedakan, namun tidak menetapi “4 syarat pokok” di atas, maka hukumnya diperinci sbb :
a. Jika belum pernah haidl, maka :
Sehari semalam pertama ………………….= HAIDL
29 hari selanjutnya …………………………….= SUCI
Contoh :
Seorang wanita yang belum pernah mengalami haidl mengeluarkan darah sbb :
Darah dengan warna dan sifat sama …………= 30 hari
—————————————————————
= Sehari semalam pertama hukumnya haidl dan 29 hari selanjutnya suci (baca : istihadloh).
b. Jika sudah pernah haidl dan suci haidl dan masih ingat mulai dan lamanya haidl yang menjadi adat, maka haidl dan suci saat istihadloh disamakan dengan adat (kebiasaan) sebelumnya.
Sedangkan cara menggunakan adat sebagai standart hukum adalah,
1. Apabila adat haidl dan adat suci tidak berubah-ubah (tetap), maka haidl dan sucinya saat istihadloh disamakan dengan adat tersebut secara tetap.
Contoh :
Seorang wanita mempunyai adat haidl 7 hari dan suci 23 hari, mengeluarkan darah sbb :
Darah dengan warna dan sifat sama ……..= 60 hari
————————————————————
= 7 hari pertama hukumnya haidl
23 hari selanjutnya hukumnya suci (baca : istihadloh)
7 hari selanjutnya hukumnya haidl
13 hari selanjutnya hukumnya suci
2. Apabila adat haidl dan adat suci berubah-ubah mencapai dua putaran secara tertib, maka haidl dan sucinya saat istihadloh di samakan dengan adat sebelumnya sesuai dengan urutan putaran.
Contoh :
Adat haidl bulan I = 5 hari, dan sucinya = 25 hari
Adat haidl bulan II = 6 hari, dan sucinya = 24 hari
Adat haidl bulan III = 5 hari, dan sucinya = 25 hari
Adat haidl bulan IV = 6 hari, dan sucinya = 24 hari
Kemudian keluar darah dengan warna dan sifat sama selama 90 hari, maka :
Haidlnya bulan V = 5 hari, dan sucinya 25 hari
Haidlnya bulan VI = 6 hari, dan sucinya 24 hari
Haidlnya bulan VII = 5 hari, dan sucinya 25 hari
3. Apabila adat haidl dan adat suci berubah-ubah mencapai dua putaran tidak tertib, maka haidl dan sucinya saat istihadloh disamakan dengan adatnya bulan tepat sebelum istihadloh.
Contoh:
Adat haidl bulan I = 5 hari, dan sucinya = 25
Adat haidl bulan II = 7 hari, dan sucinya = 23 hari
Adat haidl bulan III = 7 hari, dan sucinya = 23 hari
Adat haidl bulan IV = 5 hari, dan sucinya = 25 hari
Kemudian mengalami istihadloh selama berbulan-bulan dengan warna dan sifat darah sama, maka standart adat yang digunakan adalah, haidl = 5 hari dan suci = 25 hari.
4. Apabila adat haidl dan suci berubah-ubah tidak mencapai dua putaran, maka haidl dan sucinya saat istihadloh disamakan dengan adatnya bulan tepat sebelum istihadloh.
Contoh :
Adat haidl bulan I = 4 hari, dan sucinya = 26 hari.
Adat haidl bulan II = 5 hari, dan sucinya = 25 hari.
Adat haidl bulan III = 4 hari, dan sucinya = 6 hari.
Kemudian mengalami istihadloh selama berbulan-bulan dengan warna dan sifat darah sama, maka standart adat yang digunakan adalah, haidl = 4 hari dan suci = 26 hari.
Dan jika adat haidl dan adat suci berbeda-beda (mis. adat haidl tetap dan adat suci berubah-ubah) maka masing-masing diberlakukan sesuai dengan hukumnya sendiri-sendiri. Jadi apabila adat haidlnya tetap itu tidak berarti adat sucinya tetap, dan begitu sebaliknya. Oleh sebab itu,
- Jika adat haidl tetap namun adat suci berubah-ubah mencapai dua putaran tertib, maka haidl (saat istihadloh) disamakan dengan adat secara tetap. Dan sucinya disamakan dengan adat suci sesuai urutan putaran.
- Jika adat haidl berubah-ubah mencapai dua putaran tertib dan adat sucinya tetap, maka haidl (saat istihadloh) disamakan dengan adat haidl sesuai urutan putaran, dan sucinya disamakan dengan adat secara tetap.
- Dan begitu seterusnya.
c. Jika sudah pernah haidl dan suci, namun tidak ingat mulainya haidl atau lamanya haidl yang pernah dialami, maka mustahadloh akan kebingungan dalam menetapkan haidl dan sucinya (mutahayyiroh).
Diantara hal-hal yang bisa mengakibatkan mustahadloh menjadi mutahayyiroh adalah :
- Tidak ingat mulainya haidl yang penah dialami.
- Tidak ingat lamanya haidl yang pernah dialami.
- Tidak ingat mulai dan lamanya haidl yang pernah dialami.
- Tidak ingat atau ragu-ragu tentang lamanya suci yang menjadi standart.
Share This Article
Sign up Free Email Newsletter
Stay Updates with this Blog. Get Free email newsletter updates, Enter your Email here:Don't forget to confirm your email subcription









5 Comments to “HAIDL (3)”
@Neng Riyanti
Wahhh… kalau ahlinyah saya percaya semuanya dah !!!
Nice post
Salam hangat selalu, Haniifa.
[Reply]
@Neng Riyanti
Cuma penasaran knapa yach.. ada wanita yang siklus haidl nya tidak teratur ?!
[Reply]
riyanti Reply:
September 11th, 2009 at 11:09 am
@Kang Haniifa
Biasana haid ga teratur itu disebabkan karena stress, kelelahan, juga banyak fikiran…ato bisa jg karna fungsi hormon yang belum teratur/terganggu, haid terkait erat dengan sistem hormon yang diatur di otak, tepatnya di kelenjar hipofisa. Sistem hormonal ini akan mengirim sinyal ke indung telur untuk memproduksi sel telur. Bila sistem pengaturan ini terganggu, otomatis siklus haid pun akan terganggu.
CMIIW
Salam sayank
[Reply]
coba dong beri refrensinya dari kitab apa saja
trimz
[Reply]
riyanti Reply:
May 4th, 2010 at 7:46 am
Itu sudah aku kasih sumbernya dari mana di artikel yg terakhir “haild (4)”, untuk referensi kitab2nya insyaAlloh besok saya berikan, terima kasih.
[Reply]