HAIDL (1) | BloG Riyanti dot Web dot Id

HAIDL (1)

September 3rd, 2009 11 Comments

haid

I. PENGERTIAN

haidl1Haidl adalah darah yang keluar dari kemaluan wanita yang sudah mencapai usia 9 tahun Hijriyah kurang sedikit (16 hari tidak genap), tidak disebabkan penyakit atau sebab melahirkan. Selain syarat-syarat di atas, darah dihukumi haidl apabila :

a. Mencapai 24 jam.

b. Tidak lebih dari 15 hari 15 malam.

c. Sesuai dengan warna dan sifat darah haidl.

d. Keluar pada waktu yang memungkinkan untuk dihukumi haidl (selain masa suci).

Oleh sebab itu, darah yang tidak sesuai dengan ketentuan di atas hukumnya adalah istihadloh. Sedangkan batas maksimal seseorang wanita tidak haidl itu tidak ada ketentuan. Pada masa monopause (masa bebas haidl), dimana umumnya wanita sudah tidak keluar darah haidl dan tidak produktif lagi itu hanya berdasar adat kebiasaan, bukan ketentuan syara’. Dengan demikian, jika pada masa monopause seorang wanita mengeluarkan darah yang sesuai dengan syarat-syaratnya darah haidl, tetap dihukumi haidl juga.

II. DASAR DAN HUKUM BELAJAR MASALAH HAIDL

Dalil yang menjadi dasar hukum dan hakikat dari haidl atau nifas adalah Al-Qur’an surat Al-Baqoroh ayat 222 dan Al-Hadits riwayat Bukhori Muslim.

Sedangkan hukum mempelajari ilmu yang membahas tentang haidl, nifas dan sekitarnya adalah :

a. Fardlu Kifayah bagi laki-laki.

b. Fardlu ‘Ain bagi kaum wanita.

Maksudnya, wajib bagi setiap wanita untuk belajar dan mengerti masalah-masalah haidl, nifas dst. Sehingga walaupun sudah bersuami, apabila tidak mengerti dan suaminya juga tidak dapat memberi penjelasan tentang haidl, nifas dst, maka wajib bagi perempuan tersebut untuk belajar, meskipun harus keluar dari rumah. Dan bagi suaminya tidak boleh (haram) melarang istrinya yang keluar rumah guna belajar masalah haidl, nifas dst.

III. BATASAN DARAH HAIDL

Haidl selalu ditandai dengan adanya (wujudnya) darah, namun tidak berarti setiap darah itu haidl. Sebab darah yang dikeluarkan oleh wanita itu adakalanya darah haidl, nifas atau istihadloh.

Darah yang keluar dari wanita, bisa dihukumi haidl apabila wanta tersebut telah mencapai usia 9 tahun hijriyah kurang 16 hari tidak genap. Maksud dari 16 hari tidak genap adalah waktu yang tidak mencukupi digunakan untuk minimal haidl (=1 hari 1 malam) dan minimal suci (=15 hari 15 malam).

Apabila wanita yang mengeluarkan darah belum mencapai usia dimaksud, maka darah tersebut hukumnya adalah istihadloh secara mutlak. Dan jika sebagian di luar usia dan sebagian lagi dalam usia wanita yang haidl, maka darah yang berada di luar usia hukumnya darah istihadloh, sedangkan darah yang keluar saat sudah mencapai usia wanita yang haidl adalah haidl (dengan syarat masa keluarnya mencapai 24 jam).

Contoh :

Seorang wanita berusia 9 tahun hijriyah kurang 20 hari, mengeluarkan darah selama 10 hari, maka :

= 4 hari lebih sedikit yang awal hukumnya istihadloh. Sebab saat keluar darah belum mencapai usia wanita yang mengalami haidl.

= 6 hari kurang sedikit yang selanjutnya hukumnya haidl. Sebab saat keluar darah, usia wanita tersebut telah mencapai usia wanita yang mengalami haidl dna jumlahnya mencapai 24 jam.

Paling sedikit haidl 24 jam, baik keluarnya terus-menerus atau terputus-putus dalam masa 15 hari 15 malam. Maksimalnya masa haidl itu 15 hari 15 malam. Sedangkan umumnya haidl itu 6 atau 7 hari (malam).

Darah yang masa keluarnya tidak mencapai 24 jam atau mencapai 24 jam namun ditempuh dalam waktu lebih dari 15 hari 15 malam, hukumnya adalah darah istihadloh. Sedangkan jika masa keluarnya darah diragukan, mungkin mencapai 24 jam dan mungkin tidak, makanya hukumnya khilaf.

  • Menurut Ibnu Hajar, hukumnya adalah darah istihadloh.

  • Menurut Imam Romli, hukumnya adalah darah haidl.

Bagi wanita yang mengalami haidl secara normal, yaitu masa keluarnya darah mencapai 24 jam dan tidak melebihi 15 hari 15 malam, maka semuanya dihukumi haidl. Walaupun warna dan sifatnya berbeda-beda. Dan dia tidak dibenarkan menggunakan standart adat (kebiasaan) atau sifat kuat sebagai ukuran haidlnya.

Begitu juga dihukumi haidl adalah masa suci (putus darah) yang berada diantara darah haidl.

Contoh :

Seorang wanita (sudah pernah haidl maupun belum pernah) mengeluarkan darah sbb :

Darah merah …………………………………………………..= 3 hari

Suci …………………………………………………………………..= 3 hari

Darah hitam ……………………………………………………= 3 hari

Darah kuning ………………………………………………….= 3 hari

——————————————–

= Haidlnya adalah 12 hari.

 

Sign up Free Email Newsletter

Stay Updates with this Blog. Get Free email newsletter updates, Enter your Email here:

Don't forget to confirm your email subcription

   

11 Comments to “HAIDL (1)”

  1. millati says:

    Honestly, kadang masih bingung buat nentuin dah suci ato belum… Ciri-ciri dah suci gimana ya? Darah kuning tu apa bedanya ma keputihan?

    [Reply]

    riyanti Reply:

    Itu akan dibahas di postingan selanjutnya jeng, bagaimana cara menentukan batas suci haidl, termasuk macam2 darahna..

    Salam sayank

    [Reply]

  2. romi says:

    kak riyan.. aku boleh baca artikel ini kan??(haha..udah di baca)

    buat pengetahuan aku aja kak..

    salam sayankk

    [Reply]

    riyanti Reply:

    @ Dik Romi monggo, sangat boleh sekali ^-^
    Coz hukum belajar beginian bagi laki2 adalah fardhu kifayah, n semoga kelak bisa membimbing istrina ^^ amiien..

    Salam sayank 2

    [Reply]

  3. alamendah says:

    Waduh….
    ini gak ada sangkut pautnya sama saya, nih. (he.. he..)
    tapi pernah denger2 katanya seorang suami harus bisa mengajarkan ini pada istrinya, ya?

    [Reply]

    riyanti Reply:

    iya bener kang, klo misalnya si suami ndak bs maka wajib bagi sang istri tuk belajar d luar rumah coz hukum belajar ini fardhu ‘ain bagi wanita n klo suaminya melarang istrinya tuk belajar d luar rumah maka dosa bagi sang suami..^-^

    Salam sayank

    [Reply]

  4. romii says:

    kak riyan.. ouwhh fardu kipayah!!

    makasih
    salam sayankk

    [Reply]

  5. batavusqu says:

    Salam Takjim
    Kupasan menarik buat kaum hawa Wajib mendalami sumber Al-Baqoroh 222 seta hadist Buchori serta mungkin contac email ke kakak yang satu ini biar tidak salah tafsir
    Salam Takjim Batavusqu

    [Reply]

    riyanti Reply:

    @Kang Batavusqu
    Boleh, nnti klo mentok ndak bs aku tanyakin ke yg lbh memahami soal ini lg…^-^

    Salam takjim 2

    [Reply]

  6. mbah gendeng says:

    wah sip nih bagus juga untuk kaum hawa tapi mbah bukan kaum hawa jadi cuma mangut2 aj :D

    [Reply]

    riyanti Reply:

    @Mbah Gendeng
    Meskipun bukan kaum hawa tp kan hukumna fardhu kifayah mbah he3…jd bs jg kok jk ingin bljr ^-^

    Salam sayank

    [Reply]

Leave your comment here:


Support By :

AC

Kala`CBox