Cinta bukan Seks tetapi Seks ada dalam Cinta
Setelah kita mengetahui bahwa cinta bukan seks, bukan berarti ada penghalang di antara cinta dan seks. Walaupun watak cinta dan dorongan seksual sangat berbeda jauh, namun keduanya sangat terikat dan menjadikan keduanya saling membutuhkan.
Sebenarnya seks masuk dalam ruang lingkup cinta. Ini sudah disepakati oleh para ahli ilmu seksologi dan ilmu psikologi. Mereka menyatakan bahwa kenikmatan seksual antara dua orang yang saling mencintai tidak dapat dibandingkan dengan yang terjadi di antara mereka yang tidak terikat oleh hubungan cinta. Oleh karena itu, cinta bukan seks, tetapi seks adalah bagian dari cinta, bukan cinta seutuhnya.
Agar lebih mudah memahami perbedaan ini saya akan memberikan sebuah contoh. Ada seseorang yang senang dengan sebuah kebun. Dia sangat bahagia saat berada di dalam kebun tersebut, bahkan sekalipun dia tidak memakna buah yang dia sukai dari pepohonan yang ada di kebun tersebut; dan dia pun akan berada di puncak kebahagiaan apabila dia memakan buah dari pepohonan yang ada di kebun tersebut.
Namun apabila dia tidak dapat masuk ke dalam kebun tersebut (cinta), walaupun memakan buah dari pepohonan (seks) yang ada di kebun tersebut, dia tidak merasakan kebahagiaan yang diharapkannya, sebab dia tidak dapat masuk ke dalam kebun yang menjadi sumber kebahagiaannya.
Ilmu patologi seks telah memberikan bukti-bukti yang kuat bahwa cinta (faktor kejiwaan) dapat mempengaruhi seks (faktor fisik), tidak sebaliknya. Oleh karena itu, penyakit impoten pada seorang pria dan lemah syahwat pada seorang wanita adalah penyakit-penyakit yang muncul akibat kehilangan cinta dan jiwa yang tidak stabil.
Hal itu juga membuktikan tentang kesatuan jiwa dan fisik, dan keduanya saling menyempurnakan. Akibat adanya keretakan pada kesatuan yang saling menyempurnakan ini, maka muncullah penyakit-penyakit tersebut.
Karena gagal dalam mencapai kesempurnaan jiwa dan fisik, seseorang akan bersedia melakukan hubungan intim bukan berdasarkan cinta dan rela terjerumus dalam pemuasan hasrat semata, padahal itu adalah penipuan terhadap diri sendiri yang paling besar.
Hubungan seksual adalah satu-satunya kegiatan yang tidak akan sempurna bila dilakukan dengan kebohongan. Tetapi kita memang harus melakukannya sampai kita jujur dalam kehidupan seksual kita.

Share This Article
Sign up Free Email Newsletter
Stay Updates with this Blog. Get Free email newsletter updates, Enter your Email here:Don't forget to confirm your email subcription









21 Comments to “Cinta bukan Seks tetapi Seks ada dalam Cinta”
(maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
Kalau mengutamkan seks, nafsu namanya. Titik
[Reply]
riyanti Reply:
October 26th, 2009 at 10:47 am
@Alamendah
Setujuuuu kang ^-^
Salam sayank
[Reply]
seks adalah puncak kenikmatan karena itu banyak aliran agama yang melakukan ritual seks karena untuk mencapai kenikmatan bersama tuhannya
sekedar info aj………
[Reply]
seks … oh no oh yes … // setuju dng artikel ini rie … btw pintar menulis juga yaa
[Reply]
Laporan dulu…
link telah saya tambahkan dalam halaman link sahabat. Silahkan dicek kembali. Jika ada yang kurang berkenan, silahkan tinggalkan pesan di halaman kontak saya
(Maaf agak telat masang tautannya)
[Reply]
setubuh lah…..setuju maksud saya….
berat melawan nafsu dunia….ada seks dalam cinta…muaannnttaabbsss..
[Reply]
__salam pagii tehriyanti…pacaran duluu aja aahh..ahahay__
[Reply]
salam kenal. hm! ia nih sex bukanlah cinta. tetapi nafsu birahi dan ini hanya membawa cinta sesaat. tetapi cinta hmm gak tau deh hehe
[Reply]
Salam Takzim
Mengunjungi sahabat di siang hari dengan membawa makna, semoga tetap keranda bahagia bersamamu wahai sahabat
Salam Takzim Batavusqu
[Reply]
riyanti Reply:
October 29th, 2009 at 12:05 pm
@Batavusqu
Matur tengkyu kang…
Salam takzim 2
[Reply]
Oleh karena itu, penyakit impoten pada seorang pria dan lemah syahwat pada seorang wanita adalah penyakit-penyakit yang muncul akibat kehilangan cinta dan jiwa yang tidak stabil.
Impotensi dan lemah syahwat memang bisa muncul karena ada masalah mental (psikologisnya) namun beberapa penyakit juga menjadi penyebab impotensi dan lemah syahwat, salah satunya adalah diabetes. Jadi penanganan untuk masalah ini tidak hanya dari segi psikis saja tapi harus dari segi medis.
Btw, salam kenal
[Reply]
riyanti Reply:
October 29th, 2009 at 12:13 pm
@Jafar Soddik
Matur tengkyu buat tambahanna ^-^
Lam kenal balik
[Reply]
tapi masih banyak aja yg seks tanpa cinta. bener tak ?
[Reply]
riyanti Reply:
October 29th, 2009 at 12:23 pm
@Si kurus
Emang bener masih banyak, may be malah makin banyak aja ntar..
tergantung bgmn dr pribadi qt sndri, di2kn agma sjk kcl, prhatian ortu trhdp anakna, de el el…
Salam sayank
[Reply]
apa bedanya…selamat hari sumpah pemuda semoga blognya tambah keren dan terkenal…
[Reply]
riyanti Reply:
October 29th, 2009 at 12:19 pm
@Cyzko
DIpahami dl ea kang…tu jg ada kaitanna ma artikel sblmna…
Uk, matur tengkyu…
Salam sayank
[Reply]
wah artikelnya keren banget, Salam kenal ya
[Reply]
riyanti Reply:
October 29th, 2009 at 12:21 pm
@Berita Unik
Matur tengkyu…
Lam kenal balik ea ^-^
[Reply]
hmm, gimana ya…
make cinta sih gw…
tapi pikiran ke (ehm) seks pasti ada juga, yang penting dikontrol aja hehe.
salam kenal.
[Reply]
riyanti Reply:
November 2nd, 2009 at 12:34 pm
@Triunt
Pinter2 ngontrol aje ea kang, coz susah begete loh ngelawan nafsu itu, musuh yg paling berat adl melawan hawa nafsu..
Lam kenal balik ^^
[Reply]
setuju!….hubungan intim suami istri itu akan sempurna kalau ada cinta…
[Reply]