Cinta ataukah Seks yang Paling Kita Butuhkan??? | BloG Riyanti dot Web dot Id

Cinta ataukah Seks yang Paling Kita Butuhkan???

November 12th, 2009 9 Comments

Manusia, menurut wataknya, adalah makhluk sosial. Bersamaan dengan setiap hubungan kasih sayang mendalam yang dialaminya, dia menemukan bahwa dia bertambah dekat dengan dirinya. Dia juga menemukan bahwa orang lain membantunya dalam mendapatkan kekuatan kepribadiannya.

Oleh karena itulah, seorang manusia harus berjuang dengan segenap kesadarannya untuk sampai kepada orang lain dan mendekatkan mereka kepadanya, dan itulah salah satu sebab seseorang harus menikah dan membangun rumah tangga.

Sesungguhnya ketakutan terhadap kesendirian dan kekurangan cinta sangat besar pada diri mayoritas kita. Bahkan kita siap untuk melepaskan apa saja termasuk jiwa kita, untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Dengan cara ini, kita berharap berhasil mendapatkan teman sejati untuk kita.

Seorang anak akan rela mengerjakan hal-hal yang tidak masuk akal demi cinta kedua orang tuanya; dan seorang pemuda terkadang rela kehilangan kepribadiannya agar dapat diterima sebagai anggota dalam sebuah komunitas.

Para ahli psikologi berpendapat bahwa kebutuhan manusia yang paling mendasar adalah kebutuhannya untuk mengalahkan kesendirian yang membuatnya merasa asing dan terasingkan, dan menjadikannya berada dalam suatu keadaan yang mana dia hanya dapat menanti serangan dari dunia yang tidak pernah dilihatnya atau yang tidak pernah berhubungan dengannya.

Tidak ada cara lain untuk berhubungan dengan alam dan orang lain, selain cinta. Cinta adalah satu-satunya solusi agar manusia dapat keluar dari penjara diri menuju luasnya alam dan orang lain. Tanpa cinta, kehidupan akan berubah menjadi penjara kesendirian dan keterasingan yang menyakitkan.

DR. Lagas, dosen ilmu psikologi di Universitas Sorbone, berkata : “Kita tidak memiliki cara untuk menafsirkan cinta dengan penafsiran yang benar seandainya kita hanya mengembalikannya pada kebutuhan seksual.”

Realitanya, cinta berserasi dengan peningkatan kejiwaan manusia, yang butuh mencintai dan dicintai oleh manusia lain. Maksudnya, dia senantiasa membutuhkan manusia lain dan setiap yang dilakukan oleh gejolak hasrat seksual membantu terciptanya suasana jiwa yang cocok bagi lahirnya cinta.

Nah, pentingnya cinta bukan hanya untuk melahirkan keturunan atau pemuasan fisik, tetapi untuk terbebas dari kesendirian jiwa. Kita selalu berusaha agar terus merasa bahwa kita adalah bagian dari sebuah masyarakat. Di setiap fase dari fase kehidupan, kita bergerak ke arah orang lain: ke orang tua ketika kita masih kanak-kanak, ke orang dewasa ketika kita menginjak usia remaja, ke perkawinan, ke komunitas yang cocok dengan kita ketika kita dewasa dan matang, dan ke komunitas para jompo ketika kita sudah tua. Kita terus seperti itu hingga tiba ajal kita.

Kita membutuhkan orang lain agar kita dapat mencintai dan agar mereka mencintai kita. Tidak ada yang meragukan bahwa tanpa itu kita akan menjadi seperti bayi yang dibiarkan sendirian. Kita akan berhenti tumbuh; kita akan berhenti berkembang; dan kita akan memilih gila atau bahkan akan memilih mati.

Seorang bayi tidak tahu atau tidak mengerti dinamika cinta, tetapi dia memiliki kebutuhan kuat terhadap cinta, hingga jika cinta itu kurang, maka mungkin akan berpengaruh buruk terhadap pertumbuhan dan perkembangannya, bahkan terkadang mengakibatkan kematiannya.

Kebutuhan ini akan bertambah besar bersamaan dengan bertambahnya usia. Pada beberapa kondisi, kebutuhan itu akan berubah menjadi kebutuhan kepada teman, cinta dan pembangkit utama semangat hidup. Sudah dimaklumi bahwa kurang mendapatkan cinta adalah sebab utama stres pada remaja.

Karena itu, buah cinta pantas untuk diperjuangkan, sebab dengan cinta, akan tercipta keselarasan dan kestabilan pada tubuh dan jiwa. Bukankah sehat itu tidak lain adalah suatu keadaan di mana tubuh dan jiwa selaras dan stabil? Jika sampai sekarang cinta tidak bisa menyembuhkan seseorang, maka itu karena kita belum mempelajari bagaimana seharusnya kita mencintai?

Seorang pujangga India, Thaghur, berkata : “Sesungguhnya orang yang menginginkan sesuatu dari perbuatan baik itu seperti sedang mengetuk pintu, sementara orang yang mencintai itu seperti menemukan pintu sudah terbuka.”

Benar, sesungguhnya kita akan dapat hidup di alam ini ketika kita mencintainya, lewat cinta yang efektif dan membantu orang lain.

 

Sign up Free Email Newsletter

Stay Updates with this Blog. Get Free email newsletter updates, Enter your Email here:

Don't forget to confirm your email subcription

   

9 Comments to “Cinta ataukah Seks yang Paling Kita Butuhkan???”

  1. rojai82 says:

    yang paling “AKU” butuhin adalah cinta, sebab dengan cinta segalanya terasa lebih indah (Cieh …. puitis banget y gue). soal seks???? tau ah gelap, aku kan lom merit, jadi g tau.

    [Reply]

  2. eri says:

    “Cinta” memang sering dibicarakan diucapkan dan dijadikan tema untuk berbagai alasan dan tujuan. Bukankah defenisi cinta itu sendiri diartikan berbeda/sama bagi setiap orang Karena “cinta” itu abstrak (menurut aku) tapi akan berbeda jika anda mengartikannya lain. Tul kan….?? Alasan dan tujuan manusia menikah tidaklah hanya alasan cinta tapi bisa jadi karena ber-ibadah, status, dan alasan alasan yg lain. karena itu hukum nikah itu menurut ajaran islam juga ada wajib, sunat, makruh dan haram.
    menurut saya seks adalah bagian dari cinta atau bentuk perwujudan dari cinta itu. thq

    [Reply]

  3. muamdisini says:

    wah, berbicara tentang seks dan cinta lagi nih?
    kebutuhan manusia yang paling mendasar adalah makan, minum, dan senggama tanpa rasa (eros)…jika memang hanya menjalani seperti itu manusia tak ubahnya seperti hewan…

    untuk itulah cinta ada, ia menjadi dasar…seks itu hanya buah untuk pemanis cinta kok (yang resmi loh…).entah juga ya, saya juga belum merasakan kok..
    wkwkwkwk….

    bagaimana ya jika kita mencintai, tapi yang kita cintai tak mencintai kita? istilahnya cinta bertepuk sebelah tangan?,,,

    [Reply]

    riyanti Reply:

    @Muamdisini
    hehehe…iyah kang Muam bener, tuh buat yg udah resmi loh xixixi…
    klo qt mencintai tp yg qt cintai tidak mencintai qt ea qt berdo’a aja ama sang Kholiq agar cnta qt tak bertepuk sblh tangan gt ok!! ^^
    Alloh maha Tahu atas sgl yg qt rasa kang, maka-na jgn sampai berhenti ber’doa meminta petunjuk-Nya…klo pun ntar qt tdk bisa bersatu ma dia, yg pasti Alloh memberi jalan lain yg lebih baik untuk diri qt n dia, cinta sejati adl yg rela ketika melihat orang yg qt cintai bahagia dg pilihannya, jadi klo dia tdk memilih qt klo bisa qt ikhlas menerimana n berdo’a smg kelak dia bahagia bersama orang yg dia cintai ok!!!

    Salam sayank

    [Reply]

  4. sasukeplasa says:

    Lama ga berkunkung, mampir dulu. Kalau ga ada cinta ga bakalan ada tu yang namanya SEX. PERCAYALAHHHH !!!!!!!!!!!

    [Reply]

  5. KutuBacaBuku says:

    mbak … maaf mau saran sedikit, kayaknya font di blog ini kekecilan deh, iya gak sih ^^

    masalah cinta atau seks? yg pasti cinta jauh lebih tinggi derajatnya daripada seks, walaupun sebagai manusia kita tetap memerlukan sex, sekian …

    salam sayank ^^

    [Reply]

  6. tomi says:

    kalau aku yg paling kita butuhkan adalah kasih sayang… dengan adanya kasih sayang, maka akan muncul cinta kasih.. dan akhirnya sbg buah dari cinta kasih, tidak dapat berhubungan seks setelah menikah

    salam

    [Reply]

    riyanti Reply:

    thankz atas pendapatna ^^

    salam sayank 2 :)

    [Reply]

  7. Jomblo Sejati says:

    Kunjungi wisnuvegetarianorganic.wordpress.com/

    [Reply]

Leave your comment here:


Support By :

AC

Kala`CBox