Bersyukur : Tanda Tahu Diri
By
Kita menuntut sesama manusia untuk ‘tahu diri’ dan berterima kasih kepada kita. Bagaimana dengan kita sendiri? Pandaikah kita berterimakasih dan bersyukur kepada Alloh Ta’ala yang menciptakan dan memelihara hidup kita?
“Idih, nggak tahu diri amat!!” Ucapan pedas itu akan sangat menyakitkan jika ditujukan kepada kita. Jangan sampai… Tapi terkadang sebagian kita beranggapan, memang ada orang tertentu yang pantas diberi ucapan pedas begitu.
Misalnya nih, ada tamu dari luar kota yang menginap di rumah kita. Waktunya semua penghuni rumah sudah bangun dan bekerja membersihkan rumah, si Tamu masih ngiler di tempat tidur, sampai matahari tinggi.
Satu dua hari masih bisa diterima, kalau seminggu masih begitu…???
Lalu bangun tidur si Tamu langsung buka lemari makan sendiri. Mengeluarkan makanan. Lalu mangkring angkat satu kaki sambil melahap makanan di meja makan.
Lalu baca koran di sofa ruang tamu.
Lalu nongkrong di kloset dan mandi jebar-jebur selama satu jam.
Lalu pergi ke luar rumah, hanya denga mengatakan, “Mbak, saya jalan dulu ya. Pulang agak malam…”
Lalu menjelang tengah malam, “Klonteng! Klonteng! Klonteng!” Suara gembok pintu pagar dipukul-pukulkan, minta dibukakan.
Masuk, lalu menonton teve dengan volume sedang (cukup mengganggu penghuni lain yang sedang tidur) sampai menjelang subuh.
Lalu ngiler lagi sampai matahari tinggi.
Mungkin sebagian kita berpikir, tamu begini pantas diberi kata-kata pedas seperti di atas. “Kalau perlu diusir saja,” kata sebagian yang lain.
Sayangnya, sebagian besar manusia memang sedikit banyak punya kelakukan seperti itu.
Hah? Yang benar? Siapa? Di mana?
Sebagian besar kita, manusia memang begitu. Coba bayangkan. Kita ini sebenarnya tamu-tamu yang menumpang tinggal sementara di propertinya Alloh yang berupa bumi dan alam semesta ini.
Tanpa kita minta, Alloh Al-Kholiq (Yang Maha Mencipta Segala Sesuatu dari Ketiadaan) memutuskan lahir sebagai manusia. Tubuh kita sempurna. Alat pernafasan kita sempurna. Alat peredaran darah kita sempurna. Alat komunikasi, penglihatan, pendengaran, perasa dan peraba kita semua sempurna. Semua gratis, bahkan diberi tanpa kita minta.
Ditambah lagi semua alat pendukung kehidupan seperti air, udara, tumbuh-tumbuhan, hewan-hewan, tersedia lengkap. Gratis. Manusia yang kemudian melabelinya dengan harga-harga.
Kira2 kita termasuk tamu yang cukup tahu diri kah?
Cukupkah kita menjaga kesopanan di hadapan Tuan Rumah Alam Semesta ini, Alloh Azza wa Jalla?
Alloh memerintahkan kita memelihara sholat kita.
Alloh memerintahkan kita membaca, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an-Nya.
Alloh memerintahkan kita merujukkan perilaku dan kata-kata kita kepada Rasul-Nya.
Alloh memerintahkan kita mecintai dan mudah menolong orang miskin.
Alloh melarang kita memakan dan melakukan yang haram.
Sudah cukup tahu diri kah kita? Atau kita termasuk tamu yang ngiler sampai matahari tinggi, mengikuti hawa nafsu dari waktu ke waktu?
Mudah-mudahan semakin hari kita semakin baik dalam bersyukur.
Apa yang lebih penting daripada bersyukur kepada Alloh?
Jawabnya, bersyukur kepada Alloh dengan cara yang dituntunkan Alloh dan Rasul-Nya.
Jadi bersyukur pun tidak bisa dilakukan seenak udel.
Apakah kalau si Tamu kurang ajar di atas tadi berterima kasih kepada tuan rumahnya dengan cara mengecat rumah itu tanpa izin, si Tuan Rumah akan gembira?
Aturan bersyukur diatur oleh Alloh bukan untuk memuaskan keinginan Alloh, tetapi justru untuk kepentingan manusia sendiri, agar cara-cara bersyukurnya itu klop dengan sistem lain yang diciptakan Alloh Ta’ala.







36 Comments
January 31st, 2010 at 8:01 am
<b>(maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!</b>
Semoga kita menjadi tamu2 yang tahu diri dan tahu bersukur.
[Reply]
riyanti Reply:
February 1st, 2010 at 5:22 am
Amienn….
salam sayank kang Alam ^^
[Reply]
January 31st, 2010 at 10:38 pm
izin mengamankan juga ah…
betapa banyak manusia yang menjadi tamu tak tahu diri.. hmmm.. apakah saya termasuk yah??? mudah-mudahan cepet sadar.. hehehe..
salam hangat mbak…
[Reply]
riyanti Reply:
February 1st, 2010 at 6:14 am
salam hangat 2 ^^
[Reply]
February 1st, 2010 at 1:11 pm
Ya Allha..mudah² saya dan pemilik blog ini menjadi salah satu orang yg selalu bersyukur atas semua karunia-Mu.. amin
pakabar mbak riyanti?
salam, ^_^
[Reply]
riyanti Reply:
February 2nd, 2010 at 3:54 am
Amien Ya Rabbal ‘alamin…
alhamdulillah sae kang, jenenganipun pripun kabaripun?
salam sayank
[Reply]
February 1st, 2010 at 1:17 pm
yup..saya sgt setuju dengan isi tulisan ini… “Cukupkah kita menjaga kesopanan di hadapan Tuan Rumah Alam Semesta ini, Alloh Azza wa Jalla?”
Semoga saya tidak lupa untuk selalu bersyukur..amin
[Reply]
riyanti Reply:
February 2nd, 2010 at 3:56 am
Amien…smga qt termasuk hamba2-Nya yg pandai bersyukur atas segala limpahan nikmat dan karunia-Nya…
salam sayank..
[Reply]
February 1st, 2010 at 1:23 pm
ketika kita selalu bersyukur atas apa yg sudah kita nikmati hari kemaren, hari ini dan yg akan datang..insyaAllah berkah itu akan selalu ada untuk kita..amin
[Reply]
riyanti Reply:
February 2nd, 2010 at 3:57 am
Amien…
[Reply]
February 2nd, 2010 at 1:12 pm
semoga terus menjadi orang tahu diri dan terus bersyukur atas nikmat-Nya -______-
salam sayang ya say
[Reply]
riyanti Reply:
February 4th, 2010 at 4:02 am
Amien…
ea jeng salam sayank 2 ^^
[Reply]
February 2nd, 2010 at 2:30 pm
artikel yg menggugah dan memotivasi.. salam semangatt dalam kebenaran.!!!
[Reply]
riyanti Reply:
February 4th, 2010 at 4:03 am
salam semangat 2 ^^
[Reply]
February 3rd, 2010 at 3:14 am
Subahanallah… kita hanya tamu dalam jagad ini. BUkan cuma tamu, tapi hamba. Tidak pantas tamu bersikap tidak sopan. Dan lebih tidak pantas lagi seorang hamba kurang ajar terhadap tuannya
[Reply]
February 3rd, 2010 at 7:58 pm
Pantas saja Allah murka kepada saya, ternyata saya ini tamu yang menjengkelkan bagi Allah. Tapi bagi Jeng Riyanti menjengkelkan nggak ya. Ditunggu bertamu baliknya.
[Reply]
riyanti Reply:
February 4th, 2010 at 4:13 am
xixixi….bs2 aje nich akang
ndak kok, ndak ada tamu yg menjengkelkan buat saya
salam sayank…
[Reply]
February 4th, 2010 at 10:48 am
semoga kita termasuk hambaNya yang selalu mensyukuri nikmat-nikmatnya, nikmat sehat, sakit, lapang, sempit, susah, senang….karena Allah tidak akan memberikan beban diluar kuasa kita…
salam kenal dari Mbak Oyen
[Reply]
riyanti Reply:
February 5th, 2010 at 3:56 am
^-^
lam kenal balik jeng….
[Reply]
February 4th, 2010 at 12:18 pm
kira2 aku trmsk tamu tk tahu diri apa engga yah?
mdh2an dg membaca artikel diatas aku bisa belajar menjadi tamu yg baik dn mampu bersyukur dg sepenuh hati
salam buat pemilik blog
[Reply]
riyanti Reply:
February 5th, 2010 at 3:58 am
Semoga…Amien..
Lam kenal balik pakde…
[Reply]
February 4th, 2010 at 12:37 pm
salam kenal sebelumnya
semoga dpt mempererta tali persaudaraan
[Reply]
riyanti Reply:
February 5th, 2010 at 4:05 am
Amiien…
salam sayank
[Reply]
February 4th, 2010 at 12:52 pm
bersyukur wujud intropeksi diri…
numpang mampir mbak Yanti…
[Reply]
riyanti Reply:
February 5th, 2010 at 4:26 am
monggo kang…
[Reply]
February 6th, 2010 at 2:04 am
Ya Rabb,,,jadikan kami hamba yang selalu bersyukur akan nikmat Mu
[Reply]
February 6th, 2010 at 1:43 pm
selamat malam ,selamat malam mingguan semoga semua dalam keceriaan .
sepantasnya kita selalu bersyukur atas semua kehendakNya .
semangat selalu .
[Reply]
February 7th, 2010 at 4:31 am
kemanakah si blogger gerangan? dah lama ga di apdet
[Reply]
February 8th, 2010 at 4:16 pm
Assalamu’alaikum,
Kita diberi nikmat oleh Allah yang tak terhitung banyaknya . Kewajiban kita mensyukurinya, bukan untuk Allah tapi untuk kita sendiri. Allah tidak memerlukan apa-apa dari kita. Allah berjanji bila kita bersyukur nikmat itu akan ditambah. Dan hanya dengan bersyukur kebahagiaan sejati akan kita raih, di dunia dan di akhirat.
Eh , Teh Riyanti teh urang Sunda nya ? Ti mana ?
Hatur nuhun pisan.
Salam
[Reply]
riyanti Reply:
February 11th, 2010 at 12:01 pm
wa’alaikum salam…
Ane bukan orang sunda pakde, but orang kediri aja, jauh ea ^^
matur tengkyu 2
salam sayank
[Reply]
February 10th, 2010 at 2:06 am
Salam kenal.
Mampir baca ya….!!!
[Reply]
riyanti Reply:
February 11th, 2010 at 12:10 pm
Lam kenal balik….
Monggo disekecak`aken kang.. ^^
salam sayank
[Reply]
February 12th, 2010 at 3:08 am
memang, bersyukur itu mudah diucaapkan tapi tidak semua org bisa melaksanakannya. semoga kita senantiasa istiqomah dalam bersykur kepadaNya, amin..
[Reply]
riyanti Reply:
February 13th, 2010 at 6:32 am
Amien…semoga..
[Reply]
February 18th, 2010 at 4:40 pm
manteps pisan euy… emng urang teh kudu sering2 bersyukur.. tapi inget, syukur iyeu teh sanes nami jalmi atanapi cuman sakedar ucapan wungkul.. tapi kedah di laksanakeun ku kagiatan sapopoe…
[Reply]
riyanti Reply:
February 19th, 2010 at 4:11 am
Siiiipp dech tambahanipun ^^
salam sayank…
[Reply]