Apr
28

Banyak Anak…..Takut?????

By riyanti

Hmmm…menyinggung soal banyak sedikitnya anak, aku pikir banyak dari ibu-ibu atau kaum hawa yang berbeda pendapat soal ini, klo menurut kawan-kawan sendiri mempunyai banyak anak itu kek gimana sich? Repot?

Klo menurut aku sie…

Anak itu kan pemberian Alloh, titipan Alloh bukan titipan suami. Selagi Yang Maha Kuasa masih berkenan memberi, kenapa mesti ditolak? Apalagi Nabi kita tercinta sangat menganjurkan “Sebaik-baik istri kalian adalah yang banyak melahirkan anak dan penuh cinta kasih”

Kata orang jaman sekarang, punya banyak anak repot. Aku kok kurang sependapat dengan ungkapan ini. Memang betul, anak-anak bikin kita repot, apalagi kalau sedang bertengkar atau ngambek bareng-bareng. Tapi, sebentar kemudian kembali akur dan baik lagi. Tidak pernah dan nggak mungkin mereka ribut selama 24 jam. Kalau diperhatikan, sebenarnya lebih banyak masa-masa yang menyenangkan ketimbang merepotkan, lagi pula, apakah tanpa mereka hidup kita akan mulu-mulus saja?

Aku pernah denger n ngebaca ungkapan yang tak jauh beda seperti ini :

A : “Kamu enak ya, anak kamu banyak, tapi kelihatan bisa lebih santai ketimbang saya yang punya anak satu.”

B : “Ah, masa? Saya kira kamu justru lebih enak. Sebab anak kamu cuma satu.”

A : Sambil menggelengkan kepalanya dia pun balik menjawab, “Coba liat, anak kamu bisa main sendiri dengan saudaranya tanpa gangguan kamu. Kalau anak saya, sebentar-sebentar berteriak Mama, Mama! Ah, capek saya dibuatnya. Di rumah juga begitu. Saya tengah memasak diajak main. Sedang istirahat, diajak main”

B : “Mendengar itu, saya pun bersyukur ‘Alhamdulillah. Puji syukur kehadirat Alloh yang telah mengaruniai kami dengan anak-anak ini. Semoga kami sanggup menjaga amanah dan mensyukuri anugerah yang tak terhingga itu.’”

Kalau dipikir-pikir, memang ternyata lebih banyak untungnya kalau kita punya anak banyak. Kata orang jaman dulu, banyak anak banyak rejeki. Kenapa mesti khawatir? “… Kamilah yang akan memberi rizki kepada mereka, juga kepada kamu…” firman Alloh dalam kitab suci-Nya (Q.S. Al-Israa’ : 31). Bukankah anak adalah rizki?

Anak adalah perhiasan hidup (Q.S. Al-Kahfi : 46), nikmat yang patut disyukuri (Q.S. Al-Israa’ : 6), penyejuk mata dan pembelai jiwa bagi orang-orang yang bertaqwa (Q.S. Al-Furqan : 74). Jika panjang umur dan dewasa kelak, anak (yang shalih tentunya) akan membela dan menjaga kita (bukan justru menitipkan orang tuanya ke panti jompo). Mereka bisa diharapkan untuk merawat kita ketika sakit, menuntun kita saat sakaratul maut. Dan yang terpenting, anak juga yang akan mendo’akan kita bila kita sudah meninggal.

Sabda Rasululloh SAW : “Tidak ada yang dapat menolong seseorang yang sudah meninggal dunia, kecuali tiga perkara. Pertama, sedekah yang mengalir terus pahalanya, kedua, ilmu yang bermanfaat bagi orang banyak, dan ketiga, anak shalih yang mendo’akan orang tunya.”

Masalah??? Itu sudah pasti ada. Kata orang, kalau banyak anak, volume sabar musti lebih. Walaupun lahir dari ayah dan ibu yang sama, setiap anak itu berbeda-beda. Rambut boleh sama hitam, kepala boleh sama bulat, tapi isi dan wataknya belum tentu sama. Setiap anak punya masalah masing-masing. Kita harus pandai-pandai mengatur dan memanage mereka.

Di atas itu semua, yang paling penting adalah teladan yang baik dan do’a yang tidak putus-putus dari kita, orang tua mereka. Alloh telah mengajarkan kepada kita satu do’a dalam firman-Nya : “Ya Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami, dari pasangan hidup serta anak-anak kami, keturunan yang menyenangkan hati, dan jadikanlah kami teladan bagi orang-orang yang bertakwa.” (Q.S. 25 : 74)

Categories : Ananda, Corat Coret, Nisa'

32 Comments

1

Sepakat 100 % saudariku ! Siapa takut… Banyak anak, banyak berkah dan rejeki. Tinggal kita yg mnjadikan mereka yahudi atau nasrani.
Sabda Rasululloh SAW : “Tidak ada yang dapat menolong seseorang yang sudah meninggal dunia, kecuali tiga perkara. Pertama, sedekah yang mengalir terus pahalanya, kedua, ilmu yang bermanfaat bagi orang banyak, dan ketiga, anak shalih yang mendo’akan orang tunya.”
Trims. Pencerahannya sangat menyentuh.

Dzadjakillah khairan

ReplyReply

[Reply]

2

Betul mbak riyanti, koq ternyata baru kefikiran ya :D
Anak saya baru satu, baru umur hampir 2 tahun. Wah kalo tau kaya gini mending dtambah ya, biar ada temennya hehe.
Salam.

ReplyReply

[Reply]

3

Sip, terimakasih nasehat yang mencerahkan :)

ReplyReply

[Reply]

4

biarkan Allah yang mengatur segalanya :D

ReplyReply

[Reply]

5

Aku akan tetap dan selalu menjaga anak-anak di bumi tercinta ini “lebay” :-D

ReplyReply

[Reply]

6

Setiap indiviu telah diberi rijki masing-masing, Insya ALlah, Allah akan memberikan yg terbaik bagi hamba-Nya. tiap individu pastinya akan diberi milik, rizki masing-masing. Piss & salam hangat + salam kangeen ;)

ReplyReply

[Reply]

7

Salam kangen, Insya ALlah anak akan memberi kita  ketentraman, kenapa mesti takut? hehe

ReplyReply

[Reply]

8

wew, bapak ibu saya dikarunia 4 anak laki2 semua,….rame klo di rumah, waktu kecil banyak berantemnya, hehe
klo saya mah lum berkeluarga, jd ga bisa bnyak komen :D

ReplyReply

[Reply]

9

saya belum punya anak sih mba.. berkeluarga saja belum :D
tp kalau keuangan mepet,, jangan banyak anak lah.. kasihan nanti malah ndak bisa membeli kebutuhan anak :D

ReplyReply

[Reply]

10

Kunjungan malam + mau ngucapin…
Salam sayank…. ;)

ReplyReply

[Reply]

riyanti Reply:

Salam sayank balek kang….^^

ReplyReply

[Reply]

11

setiap anak bawa rejeki sendiri2, namun kalo pendapat saya bukan takut atau berani, karena rejeki dah ada yg atur, namun lebih ke permasalahan sosial, kalau setiap orang akan berpendapat punya banyak anak, konsekuensi di masa depan pasti akan muncul masalah sosial, karena suka tidak suka persaingan semakin ketat,  dan efek dari semua itu pada kesempatan dan terbatasnya sumber daya alam untuk pemenuhan kebutuhan manusia secara lebih luas, ingat bumi sangat terbatas dari sisi air bersih, bahan bakar, hutan dan masih banyak lainnya, bila pertambahan populasi manusia tidak terkenali maka akan menjadi ketidak seimbangan alam yang sangat terbatas ini, dan ini semua sebenarnya hakekatnya bukan untuk kita melainkan untuk masa depan anak2 cucu kita sendiri, mungkin ada baiknya generasi sekarang tidak terlalu egois dengan menafikan kesejahteraan generasi mendatang dan ekologinya

ReplyReply

[Reply]

12

Setuju dengan Ruang Hati, ya…saat ini kita semakin bijaksana seharusnya. salam hangat dan sukses selalu.

ReplyReply

[Reply]

13

Benar, anak adalah anugerah dan titipan Allah Swt. Nah jika anak banyak apakah kita bisa mengemban amanah itu dengan sebaik-baiknya.
Masalahnya bukan takut atau tidak tetapi harus realistis karena manusia juga ada batasnya.
Mngkin benar bahwa banyak anak banyak rejeki namun rejeki itu tidak begitu saja jatuh ke pangkuan kita. Kitalah yang harus menjemput rejeki yang disiapkan oleh Allah. Untuk menjemput rejeki itu perlu keahlian dan keahlian itu berupa ilmu pengetahuan dan ketrampilan. Jika banyak anak mampukah kita menyiapkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan kepada mereka, sementara kebutuhan hidup semakin banyak.
Walau anak sedikit tetapi jika mereka bermanfaat bagi sesama tentu akan lebih bagus daripada banyak anak tetapi tidak bisa kita urus dengan baik.
Sekedar urun rembug, bukan menggurui
salam hangat dari BlogCamp

ReplyReply

[Reply]

riyanti Reply:

Siip….suwun pakde ^^

salam hangat 2 :)

ReplyReply

[Reply]

14

banyak anak, banyak piring nya

ReplyReply

[Reply]

15

banyak anak banyak rejeki (kalo anaknya pinter dan rajin semua) hehehe
 

<marquee behavior=”alternate” onmouseover=”this.stop()” onmouseout=”this.start()”><a href=”http://ossmed.com/index.php/disease/gonore-gonorrhoe-go-alias-penyakit-radja-singa/”>Penyakit Menular Seksual : Gonore</a></marquee>

ReplyReply

[Reply]

16

Masih 1 anak nih saya, belum nambah2

ReplyReply

[Reply]

17

Btw, Nggak kepikiran kalo banyak anak hehe

ReplyReply

[Reply]

18

Ah iya, sangat setuju mbak saya, bahwa banyak anak selain itu merupakan anjuran agama, hal tsb juga dapat menjadikan kita sebagai seorang yang kaya, karena kaya itu tidak hanya dihitung secara materi saja.
BTW salam kenal ya mbak,  blognya bagus :)

ReplyReply

[Reply]

riyanti Reply:

Lam kenal balek kang….matur tengkyu ^^

salam sayank….

ReplyReply

[Reply]

19

banyak anak banyak rejeki, mungkin ga salah juga. Setiap makhluk yang terlahir ke muka bumi memang sudah tertulis dalam takdir, termasuk rejeki.  Anak titipan Allah, bukan titipan suami, keknya ga salah. Tapi, menurut aq.. kayaknya 2-3 anak sudah cukup, bikinnya sih InsyaAllah enak, tapi mempersiapkan mereka menjadi generasi yang layak secara materiil ataupun spiritual, kayaknya butuh waktu, tenaga, pemikiran dan materi yang tidak bisa dianggap enteng.
Ngomong-ngomong Rianti Siap ngalahin rekor nasional, ibu dengan 25 anak???
 

ReplyReply

[Reply]

riyanti Reply:

waduh 25 anak ikz, ini aja belon nikah kang xixixixi…:”>

ReplyReply

[Reply]

20

Kalau saya sih terserah, berapa pun dikasihnya.. tapi kalo bisa sedeng2 aja, dikit enggak, banyak juga enggak.. :)

ReplyReply

[Reply]

21

Assalamu’alaikum,
Banyak anak atau sedikit mungkin tidak menjadi masalah kalau orangtuanya mampu memanage dengan baik. Ada anaknya satu, tapi ternyata menjadi anak yang tidak baik. Peran orang tua , terutama ibu sangat menentukan. “Sorga di bawah telapak kaki ibu”, kata Nabi SAW, itu tergantung bagaimana peran sang ibu. Tidak semua ibu bisa “mengantarkan” anaknya ke sorga.
Btw, berapa anaknya Mbak ?
Terima kasih atas tulisan yang menarik ini.
Salam

ReplyReply

[Reply]

riyanti Reply:

wa’alaikum salam pakde :)
waduh pakde nich bs aje deh, me kan belon nikah pakde jadi belon pny mo2ngan xixixixixi, masih dalam tahap prosez nich maksudnya proses pencarian lawannya hehehehe….kenalin dunk pakde klo ada xixxixixi….

salam sayank ^^

ReplyReply

[Reply]

22

Riyanti…riyanti…menikah dulu dong, baru punya anak biar nanti tahu rasanya punya anak. kalau menurut saya bagusnya perhatikan kwalitas bukan kwantitas. lebih bagus lagi kwantitas bagus kwalitas bagus. kalao nggak bisa ya kwalitasnya saja ya, jangan anaknya banyak tapi mursal semua… iya to. Juga kalo mau anak banyak perhatikan jarak kelahirannya, jangan mepet-mepet sehingga hak susuannya jadi hilang. Ngomong-ngomong Riyanti ni sudah siap dilamar to, koq postingannya tentang anak. Tunggu ya…

ReplyReply

[Reply]

riyanti Reply:

hehehehe…ea kang terima kasih atas saranna ^^
tk tunggu dech xixixixi….

salam sayank…

ReplyReply

[Reply]

23

sepertinya gada hubungan yang jelas dengan banyak anak banyak rejeki…itukan cuma mitos aja…tidak bisa diperdebatkan, karena gada hubungan yg jelas antara keduanya.dan yang paling utama adalah semuanya tergantung, pertama, tergantung ama orangnya, yang kedua adalah tergantung yang menciptakan yaitu Tuhan donk.yang penting sekarang adalah lalui aja hari2 kita sesuai dengan kemampuan,kalo seiring itu punya anak banyak,,syukurr ada rejeki…syukurrr kalopun anak sedikit ada rejeki syukurr juga…banyak anak rejeki kurang ya syukurrrlahh…yang penting mengucap syukurr dan tetap berdoa…demikian menurut saya..
salam kangen riyanti…. :-)

ReplyReply

[Reply]

24

Kalo aku punya anak cukup satu saja tapi adiknya yang banyak hahahahaaaa….

ReplyReply

[Reply]

fandi Reply:

setuju!!! demen gw ma ni komentar

ReplyReply

[Reply]

25

betul kata ruang hati, setiap anak membawa rezekinya masing2
dalam agama juga sudah diajarkan dan dianjurkan untuk melahirkan anak-anak calon mujahid yang banyak
kalau yang punya blog maunya punya anak berapa ya??? :D

ReplyReply

[Reply]

Leave a Comment