Banyak Anak…..Takut?????
By
Hmmm…menyinggung soal banyak sedikitnya anak, aku pikir banyak dari ibu-ibu atau kaum hawa yang berbeda pendapat soal ini, klo menurut kawan-kawan sendiri mempunyai banyak anak itu kek gimana sich? Repot?
Klo menurut aku sie…
Anak itu kan pemberian Alloh, titipan Alloh bukan titipan suami. Selagi Yang Maha Kuasa masih berkenan memberi, kenapa mesti ditolak? Apalagi Nabi kita tercinta sangat menganjurkan “Sebaik-baik istri kalian adalah yang banyak melahirkan anak dan penuh cinta kasih”
Kata orang jaman sekarang, punya banyak anak repot. Aku kok kurang sependapat dengan ungkapan ini. Memang betul, anak-anak bikin kita repot, apalagi kalau sedang bertengkar atau ngambek bareng-bareng. Tapi, sebentar kemudian kembali akur dan baik lagi. Tidak pernah dan nggak mungkin mereka ribut selama 24 jam. Kalau diperhatikan, sebenarnya lebih banyak masa-masa yang menyenangkan ketimbang merepotkan, lagi pula, apakah tanpa mereka hidup kita akan mulu-mulus saja?
Aku pernah denger n ngebaca ungkapan yang tak jauh beda seperti ini :
A : “Kamu enak ya, anak kamu banyak, tapi kelihatan bisa lebih santai ketimbang saya yang punya anak satu.”
B : “Ah, masa? Saya kira kamu justru lebih enak. Sebab anak kamu cuma satu.”
A : Sambil menggelengkan kepalanya dia pun balik menjawab, “Coba liat, anak kamu bisa main sendiri dengan saudaranya tanpa gangguan kamu. Kalau anak saya, sebentar-sebentar berteriak Mama, Mama! Ah, capek saya dibuatnya. Di rumah juga begitu. Saya tengah memasak diajak main. Sedang istirahat, diajak main”
B : “Mendengar itu, saya pun bersyukur ‘Alhamdulillah. Puji syukur kehadirat Alloh yang telah mengaruniai kami dengan anak-anak ini. Semoga kami sanggup menjaga amanah dan mensyukuri anugerah yang tak terhingga itu.’”
Kalau dipikir-pikir, memang ternyata lebih banyak untungnya kalau kita punya anak banyak. Kata orang jaman dulu, banyak anak banyak rejeki. Kenapa mesti khawatir? “… Kamilah yang akan memberi rizki kepada mereka, juga kepada kamu…” firman Alloh dalam kitab suci-Nya (Q.S. Al-Israa’ : 31). Bukankah anak adalah rizki?
Anak adalah perhiasan hidup (Q.S. Al-Kahfi : 46), nikmat yang patut disyukuri (Q.S. Al-Israa’ : 6), penyejuk mata dan pembelai jiwa bagi orang-orang yang bertaqwa (Q.S. Al-Furqan : 74). Jika panjang umur dan dewasa kelak, anak (yang shalih tentunya) akan membela dan menjaga kita (bukan justru menitipkan orang tuanya ke panti jompo). Mereka bisa diharapkan untuk merawat kita ketika sakit, menuntun kita saat sakaratul maut. Dan yang terpenting, anak juga yang akan mendo’akan kita bila kita sudah meninggal.
Sabda Rasululloh SAW : “Tidak ada yang dapat menolong seseorang yang sudah meninggal dunia, kecuali tiga perkara. Pertama, sedekah yang mengalir terus pahalanya, kedua, ilmu yang bermanfaat bagi orang banyak, dan ketiga, anak shalih yang mendo’akan orang tunya.”
Masalah??? Itu sudah pasti ada. Kata orang, kalau banyak anak, volume sabar musti lebih. Walaupun lahir dari ayah dan ibu yang sama, setiap anak itu berbeda-beda. Rambut boleh sama hitam, kepala boleh sama bulat, tapi isi dan wataknya belum tentu sama. Setiap anak punya masalah masing-masing. Kita harus pandai-pandai mengatur dan memanage mereka.
Di atas itu semua, yang paling penting adalah teladan yang baik dan do’a yang tidak putus-putus dari kita, orang tua mereka. Alloh telah mengajarkan kepada kita satu do’a dalam firman-Nya : “Ya Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami, dari pasangan hidup serta anak-anak kami, keturunan yang menyenangkan hati, dan jadikanlah kami teladan bagi orang-orang yang bertakwa.” (Q.S. 25 : 74)







32 Comments
April 28th, 2010 at 6:15 am
Sepakat 100 % saudariku ! Siapa takut… Banyak anak, banyak berkah dan rejeki. Tinggal kita yg mnjadikan mereka yahudi atau nasrani.
Sabda Rasululloh SAW : “Tidak ada yang dapat menolong seseorang yang sudah meninggal dunia, kecuali tiga perkara. Pertama, sedekah yang mengalir terus pahalanya, kedua, ilmu yang bermanfaat bagi orang banyak, dan ketiga, anak shalih yang mendo’akan orang tunya.”
Trims. Pencerahannya sangat menyentuh.
Dzadjakillah khairan
[Reply]
April 28th, 2010 at 8:41 am
Betul mbak riyanti, koq ternyata baru kefikiran ya
Anak saya baru satu, baru umur hampir 2 tahun. Wah kalo tau kaya gini mending dtambah ya, biar ada temennya hehe.
Salam.
[Reply]
April 28th, 2010 at 9:32 am
Sip, terimakasih nasehat yang mencerahkan
[Reply]
April 28th, 2010 at 11:52 am
biarkan Allah yang mengatur segalanya
[Reply]
April 28th, 2010 at 1:05 pm
Aku akan tetap dan selalu menjaga anak-anak di bumi tercinta ini “lebay”
[Reply]
April 28th, 2010 at 2:17 pm
Setiap indiviu telah diberi rijki masing-masing, Insya ALlah, Allah akan memberikan yg terbaik bagi hamba-Nya. tiap individu pastinya akan diberi milik, rizki masing-masing. Piss & salam hangat + salam kangeen
[Reply]
April 28th, 2010 at 2:20 pm
Salam kangen, Insya ALlah anak akan memberi kita ketentraman, kenapa mesti takut? hehe
[Reply]
April 29th, 2010 at 6:19 am
wew, bapak ibu saya dikarunia 4 anak laki2 semua,….rame klo di rumah, waktu kecil banyak berantemnya, hehe
klo saya mah lum berkeluarga, jd ga bisa bnyak komen
[Reply]
April 29th, 2010 at 1:44 pm
saya belum punya anak sih mba.. berkeluarga saja belum
tp kalau keuangan mepet,, jangan banyak anak lah.. kasihan nanti malah ndak bisa membeli kebutuhan anak
[Reply]
April 29th, 2010 at 4:05 pm
Kunjungan malam + mau ngucapin…
Salam sayank….
[Reply]
riyanti Reply:
May 1st, 2010 at 2:04 am
Salam sayank balek kang….^^
[Reply]
May 1st, 2010 at 3:33 am
setiap anak bawa rejeki sendiri2, namun kalo pendapat saya bukan takut atau berani, karena rejeki dah ada yg atur, namun lebih ke permasalahan sosial, kalau setiap orang akan berpendapat punya banyak anak, konsekuensi di masa depan pasti akan muncul masalah sosial, karena suka tidak suka persaingan semakin ketat, dan efek dari semua itu pada kesempatan dan terbatasnya sumber daya alam untuk pemenuhan kebutuhan manusia secara lebih luas, ingat bumi sangat terbatas dari sisi air bersih, bahan bakar, hutan dan masih banyak lainnya, bila pertambahan populasi manusia tidak terkenali maka akan menjadi ketidak seimbangan alam yang sangat terbatas ini, dan ini semua sebenarnya hakekatnya bukan untuk kita melainkan untuk masa depan anak2 cucu kita sendiri, mungkin ada baiknya generasi sekarang tidak terlalu egois dengan menafikan kesejahteraan generasi mendatang dan ekologinya
[Reply]
May 1st, 2010 at 11:19 am
Setuju dengan Ruang Hati, ya…saat ini kita semakin bijaksana seharusnya. salam hangat dan sukses selalu.
[Reply]
May 1st, 2010 at 12:14 pm
Benar, anak adalah anugerah dan titipan Allah Swt. Nah jika anak banyak apakah kita bisa mengemban amanah itu dengan sebaik-baiknya.
Masalahnya bukan takut atau tidak tetapi harus realistis karena manusia juga ada batasnya.
Mngkin benar bahwa banyak anak banyak rejeki namun rejeki itu tidak begitu saja jatuh ke pangkuan kita. Kitalah yang harus menjemput rejeki yang disiapkan oleh Allah. Untuk menjemput rejeki itu perlu keahlian dan keahlian itu berupa ilmu pengetahuan dan ketrampilan. Jika banyak anak mampukah kita menyiapkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan kepada mereka, sementara kebutuhan hidup semakin banyak.
Walau anak sedikit tetapi jika mereka bermanfaat bagi sesama tentu akan lebih bagus daripada banyak anak tetapi tidak bisa kita urus dengan baik.
Sekedar urun rembug, bukan menggurui
salam hangat dari BlogCamp
[Reply]
riyanti Reply:
May 2nd, 2010 at 4:13 am
Siip….suwun pakde ^^
salam hangat 2
[Reply]
May 1st, 2010 at 2:28 pm
banyak anak, banyak piring nya
[Reply]
May 2nd, 2010 at 5:33 am
banyak anak banyak rejeki (kalo anaknya pinter dan rajin semua) hehehe
<marquee behavior=”alternate” onmouseover=”this.stop()” onmouseout=”this.start()”><a href=”http://ossmed.com/index.php/disease/gonore-gonorrhoe-go-alias-penyakit-radja-singa/”>Penyakit Menular Seksual : Gonore</a></marquee>
[Reply]
May 2nd, 2010 at 10:25 am
Masih 1 anak nih saya, belum nambah2
[Reply]
May 4th, 2010 at 2:55 am
Btw, Nggak kepikiran kalo banyak anak hehe
[Reply]
May 4th, 2010 at 6:05 pm
Ah iya, sangat setuju mbak saya, bahwa banyak anak selain itu merupakan anjuran agama, hal tsb juga dapat menjadikan kita sebagai seorang yang kaya, karena kaya itu tidak hanya dihitung secara materi saja.
BTW salam kenal ya mbak, blognya bagus
[Reply]
riyanti Reply:
May 5th, 2010 at 3:19 am
Lam kenal balek kang….matur tengkyu ^^
salam sayank….
[Reply]
May 5th, 2010 at 7:11 am
banyak anak banyak rejeki, mungkin ga salah juga. Setiap makhluk yang terlahir ke muka bumi memang sudah tertulis dalam takdir, termasuk rejeki. Anak titipan Allah, bukan titipan suami, keknya ga salah. Tapi, menurut aq.. kayaknya 2-3 anak sudah cukup, bikinnya sih InsyaAllah enak, tapi mempersiapkan mereka menjadi generasi yang layak secara materiil ataupun spiritual, kayaknya butuh waktu, tenaga, pemikiran dan materi yang tidak bisa dianggap enteng.
Ngomong-ngomong Rianti Siap ngalahin rekor nasional, ibu dengan 25 anak???
[Reply]
riyanti Reply:
May 6th, 2010 at 3:09 am
waduh 25 anak ikz, ini aja belon nikah kang xixixixi…:”>
[Reply]
May 5th, 2010 at 8:14 am
Kalau saya sih terserah, berapa pun dikasihnya.. tapi kalo bisa sedeng2 aja, dikit enggak, banyak juga enggak..
[Reply]
May 6th, 2010 at 2:38 pm
Assalamu’alaikum,
Banyak anak atau sedikit mungkin tidak menjadi masalah kalau orangtuanya mampu memanage dengan baik. Ada anaknya satu, tapi ternyata menjadi anak yang tidak baik. Peran orang tua , terutama ibu sangat menentukan. “Sorga di bawah telapak kaki ibu”, kata Nabi SAW, itu tergantung bagaimana peran sang ibu. Tidak semua ibu bisa “mengantarkan” anaknya ke sorga.
Btw, berapa anaknya Mbak ?
Terima kasih atas tulisan yang menarik ini.
Salam
[Reply]
riyanti Reply:
May 9th, 2010 at 8:13 am
wa’alaikum salam pakde
waduh pakde nich bs aje deh, me kan belon nikah pakde jadi belon pny mo2ngan xixixixixi, masih dalam tahap prosez nich maksudnya proses pencarian lawannya hehehehe….kenalin dunk pakde klo ada xixxixixi….
salam sayank ^^
[Reply]
May 7th, 2010 at 4:10 am
Riyanti…riyanti…menikah dulu dong, baru punya anak biar nanti tahu rasanya punya anak. kalau menurut saya bagusnya perhatikan kwalitas bukan kwantitas. lebih bagus lagi kwantitas bagus kwalitas bagus. kalao nggak bisa ya kwalitasnya saja ya, jangan anaknya banyak tapi mursal semua… iya to. Juga kalo mau anak banyak perhatikan jarak kelahirannya, jangan mepet-mepet sehingga hak susuannya jadi hilang. Ngomong-ngomong Riyanti ni sudah siap dilamar to, koq postingannya tentang anak. Tunggu ya…
[Reply]
riyanti Reply:
May 9th, 2010 at 8:33 am
hehehehe…ea kang terima kasih atas saranna ^^
tk tunggu dech xixixixi….
salam sayank…
[Reply]
May 10th, 2010 at 9:22 am
sepertinya gada hubungan yang jelas dengan banyak anak banyak rejeki…itukan cuma mitos aja…tidak bisa diperdebatkan, karena gada hubungan yg jelas antara keduanya.dan yang paling utama adalah semuanya tergantung, pertama, tergantung ama orangnya, yang kedua adalah tergantung yang menciptakan yaitu Tuhan donk.yang penting sekarang adalah lalui aja hari2 kita sesuai dengan kemampuan,kalo seiring itu punya anak banyak,,syukurr ada rejeki…syukurrr kalopun anak sedikit ada rejeki syukurr juga…banyak anak rejeki kurang ya syukurrrlahh…yang penting mengucap syukurr dan tetap berdoa…demikian menurut saya..
salam kangen riyanti….
[Reply]
May 18th, 2010 at 5:19 am
Kalo aku punya anak cukup satu saja tapi adiknya yang banyak hahahahaaaa….
[Reply]
fandi Reply:
May 18th, 2010 at 8:59 am
setuju!!! demen gw ma ni komentar
[Reply]
May 22nd, 2010 at 12:49 am
betul kata ruang hati, setiap anak membawa rezekinya masing2
dalam agama juga sudah diajarkan dan dianjurkan untuk melahirkan anak-anak calon mujahid yang banyak
kalau yang punya blog maunya punya anak berapa ya???
[Reply]