Aku & Pahlawanku | BloG Riyanti dot Web dot Id

Aku & Pahlawanku

December 7th, 2009 10 Comments

Hidup bagi pahlawan adalah medan pertempuran, hidup atau mati, tangisan atau senyuman, medali atau tebar bunga, pujian atau kerinduan, cinta atau kebanggaan, ancungan jempol atau ucapan selamat jalan. Pahlawan tidak mengenal pamrih, untung rugi, apalagi belas kasih, yang ada dalam jiwanya adalah kemenangan dan kemerdekaan sejati. Menang melawan gejolak nafsu keduniaan, merdeka dari penjara bengis kemiskinan hati, lepas dari belenggu ria dan kekangan hidup dunia hedonis.

Ayahku Pahlawanku

Pahlawan adalah jiwa yang ada pada diri setiap manusia, ia tumbuh menjadi pondasi penopang perjalanan hidup, ia berkembang menjadi harapan dan tumpuhan hidup bagi segenap jiwa yang menginginkan kebahagiaan.

Ayah adalah pahlawan yang ingin melihat keluarganya merdeka dari penderitaan, semua ayah pasti ingin keluarganya bahagia, oleh karena itu segenap jiwa raga dan harapannya dicurahkan untuk keluarganya.

Begitu kuat mengalir darah kepahlawanan pada diri ayah. Waktu, tenaga dan perasaan ia korbankan untuk membahagiakan keluarga. Kadang ayah harus menyembunyikan perasaannya yang sakit untuk membuat sang anak tersenyum. Rasa sayang ayah seluas samudra, cintanya lebih dalam dari sumur amarah murkanya. Ayah tidak mau merasa lemah karena ia adalah benteng kokoh bagi keluarganya.

Tapi ayah tidak bisa menjadi Pahlawan Nasional yang bisa dikalungi medali kepahlawanan oleh Presiden. Namun bagi kami seluruh anak telah mengangkat ayah menjadi pahlawan di hati kami. Patriotmu akan menjadi medali kebanggaan, perjuanganmu tanpa pamrih menjadi cambuk api cinta sehingga kami sangat menyayangi dan merindukanmu sepanjang waktu. Pengorbananmu yang tulus seperti jalan lurus untuk menghantarkan kami pada jalan kesuksesan.Kami para anak bingung untuk mengungkapkan rasa terima kasih, karena kami tahu jasamu tidak akan pernah terbalas dengan sebongkah emas, pengorbananmu tidak ternilai oleh lautan berlian, perjuanganmu tak terbayar oleh apapun. Kata maaf pun susah keluar dari tenggorokan kami, karena terhalang oleh rasa malu, malu karena kesalahan yang telah menumpuk menjadi pasir dosa yang tak terbilang karena perbuatan kami yang selalu membuatmu tersinggung, marah, benci, dan sampai menangis tak terhitung jumlahnya baik sengaja maupun tidak sengaja.

Ayah…maafkan anakmu yang selalu membebanimu dengan masalah keduniaan dan meresahkanmu dengan urusan akhirat. Titahmu akan selalu kuingat, bijakmu akan menjadi penunjuk untuk jiwa yang lagi mencari jati diri. Kami hanya mampu mendo’akanmu semoga ayah menjadi Pahlawan Sejati yang terhitung syahid oleh Alloh SWT. “Yaa Alloh, maafkan semua dosa ayahku karena ia selalu memaafkanku ketika aku berbuat salah, Yaa Alloh anugerahkanlah padanya medali kebebasan, bebas dari siksa-Mu, bebas dari hisab-Mu, berikanlah ia bunga cinta-Mu, karena engkau memilihnya menjadi kekasih. Amiin…”

Aku, kamu, dia dan mereka adalah pahlawan, mengapa??? Apa yang bisa kita berikan pada Nabi dan para pejuang Islam di negeri ini??? Apa yang bisa kita berikan pada Ayah yang gagah membela kita dari penderitaan???

Tidak ada yang lain selain jiwa kepahlawanan. Jiwa pahlawan kita terbakar dengan heroiknya para pejuang Islam membela agama. Jiwa pahlawan tergugah oleh tulus dan ikhlasnya ayah berbuat.

 

Sign up Free Email Newsletter

Stay Updates with this Blog. Get Free email newsletter updates, Enter your Email here:

Don't forget to confirm your email subcription

   

10 Comments to “Aku & Pahlawanku”

  1. alamendah says:

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Marilah menjadi pahlawan. Paling tidak buat diri sendiri dan keluarga.

    [Reply]

    riyanti Reply:

    @Alamendah
    Siip, monggo sll number wan in here kang Alamendah hehehe ^^

    Salam sayank

    [Reply]

  2. KutuBacaBuku says:

    wow, kang alam selalu pertamax euy dmana2, gak nahan …

    btw, entah knapa klo ada posting tentang ayah, kutu jadi bertanya2. Knapa ayah kutu gak bisa sesempurna itu yah, bahkan beliau tidak ada saat kutu sendirian atau adik kutu sedang ujian. Kutu kangen bapak T-T

    [Reply]

  3. Amink says:

    He is still my Hero, is he yours??
    tentu saja yah Mba, ayah merupakan contoh tauladan bagi keluarganya…

    saya juga sedang mencoba untuk menjadi tauladan bagi putri saya…

    salam hangat

    [Reply]

  4. manshurzikri says:

    tulisan yang menyentuh hati,,
    :)

    btw, salam kenal ya!
    :)

    [Reply]

    riyanti Reply:

    @Manshurzikri
    Lam kenal balik n salam sayank

    [Reply]

  5. Abu Ghalib says:

    tugas yang paling mulia bagi seorang laki2 adalah menjadi seorang AYAH yang bertanggung jawab dan penuh kasih sayang kepada keluarganya

    [Reply]

  6. millati says:

    Hmmm, bapaku pahlawanku bukan ya? Yang pasti bapakku = guruku, abisnya yang ngajarin macem2 bapakku sih…

    [Reply]

  7. Wandi thok says:

    Kok sudah lama nggak dihapdet mbak Yanti, salam kangen lho ya? :lol:

    [Reply]

  8. digituck says:

    ri … lama gak jumpa .. !!!

    [Reply]

Leave your comment here:


Support By :

AC

Kala`CBox