Archive for Seputar Kata "Maaf"
Perintah Memaafkan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits
Posted by: | Comments“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.” (Surah al-A’raf [7]:199)
“…dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An Nuur, 24:22)
“…dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. At Taghaabun, 64:14)
“Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu yang termasuk perbuatan yang mulia.” (Qur’an 42:43)
“Allah tidak akan menambah kemaafan seseorang, melainkan dengan kemuliaan, dan tidaklah seseorang merendahkan dirinya karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatnya.” (Hadits riyawat Bukhari dan Muslim)

Tidak Masuk Surga, Orang Yang Tak Mau Memaafkan Si Peminta Maaf
Posted by: | CommentsIbnu Abas r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Ada sepuluh golongan dari umatku yang tidak akan masuk surga, kecuali bagi yang bertobat. Mereka itu adalah al-qalla’, al-jayyuf, al-qattat, ad-daibub, ad-dayyus, shahibul arthabah, shahibul qubah, al-’utul, az-zanim, dan al-’aq li walidaih.
Selanjutnya Rasulullah saw. ditanya, “Ya Rasulullah, siapakah al-qalla’ itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka mondar-mandir kepada penguasa untuk memberikan laporan batil dan palsu.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah al-jayyuf itu?” Read More→
Saat Dia Menolak Memaafkanku!!!
Posted by: | Comments
Anda sudah memohon ampun kepada Allah atas segala dosa. Anda juga ingin meminta maaf kepada mereka yang Anda sakiti dengan perbuatan Anda. Namun apa yang harus Anda lakukan bila maaf tak kunjung diberikan?
Mudah diucapkan…
Maaf. Inilah salah satu kata yang sering kali mudah diucapkan namun sulit dilaksanakan dengan hati dan keikhlasan. Setiap Lebaran tiba, mudah saja kita mengulurkan tangan kepada orang lain sambol mengatakan “maaf lahir batin” tanpa benar-benar berniat meminta maaf. Tanpa benar-benar berfikir : “Dalam waktu setahun ini, sudah berapa kata yang kuucapkan yang mungkin menyakiti hati saudaraku ini? Sudah berapa banyak perbuatanku yang mungkin merugikan dia? Bagaimana kalau dia tak ridha? Mestikah aku pulang ke akhirat dengan membawa beban dosa dan kesalahan yang belum diikhlaskan?”






