Archive for Renungan
Kekayaan yang Tiada Habis, Inginkah Engkau Memilikinya???
Posted by: | Comments
Qona’ah – merasa cukup dengan apa yang ada. Mudah diucapkan, sulit untuk dipraktekkan. Di zaman sekarang ini, sulit rasanya mewujudkan ini hanya dengan nasihat singkat, “Nak, bersikaplah qona’ah agar hidupmu tenang” atau nasihat-nasihat sejenis. Keterangan singkat yang disisipkan pada pengajian-pengajian juga belum mencukupi untuk menumbuhkan harta yang tiada habisnya ini. Hadits-hadits tentang qona’ah yang kita baca pun, (terkadang) tidak cukup membantu untuk serta merta memunculkan sifat itu pada diri kita, kecuali orang-orang yang diridhai Alloh Subhanahu wa Ta’ala.
Pondasi Qona’ah
Pondasi yang utama dan pertama adalah keyakinan yang benar. Keimanan kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala, mengenal Alloh dengan nama dan sifat-sifatnya berikut keagungan dan keindahan yang dikandungnya; keimanan yang mantap kepada hari akhir, keyakinan yang benar tentang takdir yang baik dan buruk; semua itu merupakan landasan utama untuk menumbuhkan sifat dan karakter mental yang sangat mahal harganya.
Keimanan dan pengetahuan seorang mukmin terhadap Alloh beserta nama dan sifatnya; akan menjadikan dirinya merenungkan firman, perintah dan penjelasan-Nya; yang hasilnya ia akan memahami hakikat dunia, hakikat dirinya, dan hakikat qona’ah beserta manfaatnya di dunia dan di akhirat.
Keimanan pada hari akhir akan mendorong seorang mukmin untuk memiliki sikap zuhud terhadap dunia. Pemikirannya selalu tertuju kepada hari akhir dan seluruh rangkaiannya, terutama ketika amal-amal kita dihisab. Dengan bekal ini ia paham, bahwa hidup di dunia hanyalah sementara, sebagaimana yang ia pelajari dari Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Apa perluku dengan dunia? Perumpamaanku dengan dunia hanyalah ibarat pengendara yang tidur siang sejenak di bawah naungan sebuah pohon, kemudian berangkat di sore hari dan meninggalkannyaa.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi). Hal ini akan menjadikannya bersikap menerima apapun yang terjadi dengan dirinya dengan senang hati.
Keimanan terhadap takdir yang baik maupun buruk akan memberikan sikap tenang dan ridho terhadap apa yang dialami, suka maupun duka. Hatinya senantiasa lapang, ia tidak mengenal kata gundah dengan sedikitnya materi, lemahnya daya, maupun kemiskinan yang menimpanya.
Inginkah Engkau Memiliki Kekayaan Itu? Read More→
Lima Masa Penting
Posted by: | CommentsRasululloh SAW memerintahkan umatnya agar memanfaatkan waktu yang tersisa dari umur kita dengan lima hal. Beliau bersabda : “Manfaatkanlah (oleh kalian) lima hal, sebelum datang lima hal : masa mudamu sebelum tiba masa tuamu, waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, masa kayamu sebelum datang waktu fakirmu, waktu luangmu sebelum datang masa sibukmu dan hidupmu sebelum datang kematianmu” (HR. Hakim).
Pertama, masa muda. Masa muda adalah masa produktif bagi seorang manusia. Inilah masa ideal untuk melakukan apa saja, menggapai cita-cita di sekolah maupun karir. Jangan lupa, masa muda ini adalah masa yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Alloh. Read More→
Tips Praktis Bagaimana Cara Bersyukur yang Tepat
Posted by: | CommentsTips Praktis Bagaimana Cara Bersyukur yang Tepat
- Memuji Alloh setiap waktu sesuai tuntunan Alloh dan Rasul-Nya
- Beribadah semakin rajin dan bermutu sesuai tuntunan Alloh dan Rasul-Nya
- Beramal shalih sesuai yang dianjurkan Alloh dan Rasul-Nya
- Memelihara diri dari yang diharamkan Alloh dan Rasul-Nya
- Memelihara diri dari yang syubhat (samara-samar alias meragukan)
- Bermujahadah (berusaha keras) sampai batas maksimal yang mampu dilaksanakan
- Berusaha untuk istiqomah (berteguh hati, konsisten)
Bahaya Jika Tidak Bersyukur
- Dipalingkan dari hidayah
- Dicabutnya nikmat-nikmat
- Diazab oleh Alloh di dunia dan akhirat
Tuntunan Alloh dan Rasululloh SAW Tentang Bersyukur
Terlalu banyak alasan untuk bersyukur
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Alloh, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Alloh benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (terjemahan Al-Qur’an surat an-Nahl : 18)
Ikrar Setan, agar orang lupa bersyukur
“Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kiri dan dari kanan mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur. Alloh berfirman, ‘Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barang siapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahanam dengan kamu semuanya’.” (Al-A’raf : 17 – 18)
Nikmat ditambah karena bersyukur
“Dan ketika Tuhanmu memaklumkan : ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih’.” (Ibrahim : 7)
Cara Rasululloh bersyukur
Kata ‘Aisyah ra, “Jika Rasululloh SAW melaksanakan shalat, beliau berdiri (lama sekali) sampai kedua kaki (telapak) beliau pecah-pecah. ‘Aisyah ra. bertanya : Wahai Rasululloh, kenapa engkau berbuat seperti ini padahal dosamu yang terdahulu dan yang akan dating telah diampuni? Lalu beliau menjawab : Wahai ‘Aisyah, apakah aku tidak ingin menjadi seorang hamba yang bersyukur.” (Shahih Muslim)

Nilai Kehidupan
Posted by: | CommentsAlkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walaupun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik.
Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekedar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti. “Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini,” katanya dalam hati.
Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon. Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut, Read More→
Pikiran Manusia Bisa Berubah
Posted by: | CommentsPada suatu hari ada seorang gadis buta yang sangat membenci dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia. Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu. Kekasihnya bertanya kepada gadisnya itu, “Sayaaaaankk…sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku? Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria pacarnya itu yang selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya. Dan akhirnya si Pria kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, “Sayanku, tolong engkau jaga baik2 ke-2 mata yang telah aku berikan kepadamu.”
Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan. Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar, ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara. Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan. Sebelum engkau mengeluh tentang suamimu, ingatlah seseorang yang menangis kepada Tuhan untuk meminta penyembuhan sehingga suaminya tidak lumpuh seumur hidup. Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke alam kubur dengan masih menyertakan kemiskinannya. Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu, ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatkannya. Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, ingatlah akan para pengangguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu. Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini. Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah dan isilah hidup ini dengan sesuatu yang bermanfaat untuk umat manusia, nikmatilah dan beri yang terbaik di setiap detik dalam hidupmu, karena itu tidak akan terulang lagi untuk waktumu selanjutnya.

Selamat Bersyukur, sesuai Tuntunan Alloh dan Rasul-Nya
Posted by: | CommentsApa saja yang harus disyukuri?
(tentu saja lebih banyak dari yang di bawah ini)
1. Hidayah dan Istiqomah
Makin dekat akhir zaman, kata Rasululloh SAW, orang semakin cepat berubah. Pagi beriman sorenya kafir. Setiap detik kesadaran kita, nasihat-nasihat yang kita dengar, tanda-tanda peringatan yang lewat sekelebat di depan mata kita, yang selalu menjaga diri kita untuk tetap beriman, adalah hidayah. Bersyukurlah dengan cara beristiqomah, berteguh hati dengan kebenaran. Jangan biarkan hati kita berpaling pada kebathilan.
2. Taubat yang masih diterima
Alloh menciptakan pintu taubat sebesar perjalanan tujuh puluh tahun dari ujung je ujungnya, kata Rasululloh SAW. Dan pintu itu masih terus dibuka sampai matahari terbit dari barat nanti, alias saat hari Kiamat tiba. Perbaiki diri dan jangan mundur lagi. Read More→
Musibah, selalukah bermakna buruk???
Posted by: | Comments
Seringkali bila kita mendapat suatu musibah, kita merasa saat itu kitalah orang yang termalang di dunia ini. Lantas keluarlah keluh kesah kita, seolah apa yang menimpa kita itu adalah sesuatu yang sangat buruk buat kita. Gagal dalam ujian masuk universitas misalnya, lantas kecewa, sedih, kalut seolah dunia mau kiamat. Segala cita-cita dan harapan serasa pupus, lantas dunia terasa gelap dan bingung tidak tau mau berbuat apa.
Setelah sekian lama berlalu, ketika kita menengok kembali ke belakang barulah kita menyadari bahwa apa yang kita dapatkan dulu itu sesungguhnya adalah sesuatu yang baik untuk kita. Misalnya, cerita seseorang tentang bagaimana dia begitu sedih ketika gagal diterima di universitas impiannya, tapi kemudian keterima masuk kesalah satu universitas yang sebelumya tidak pernah diimpikannya. Ternyata setelah lulus baru dia sadari bahwa banyak sekali keuntungan yang diperolehnya dengan belajar dari universitas yang sama sekali tak diharapkannya tadi. Itu hanyalah salah satu contoh kasus yang mungkin juga kita pernah alami dari sekian banyak kasus sepertinya dalam hidup kita.
Berbeda bila kita mendapat sesuatu yang kita impi-impikan atau mendapat sesuatu yang menyenangkan, bersyukur tentu saja bukanlah sesuatu yang berat untuk kita lakukan. Tapi pernahkah kita mencoba untuk bersyukur bila kita mendapat musibah? Haruskah kita menunggu sampai sekian tahun? Setelah menyadari nikmat di balik bencana yang dulu itu baru kita bersyukur? Mengapa tidak kita coba dari awal lagi, dan percaya bahwa apa yang ditentukan oleh Alloh untuk kita itu sudah tentulah yang terbaik untuk kita. Seperti yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, dikisahkan apabila Rasulullah melihat sesuatu keadaan yang tidak disukainya beliau mengatakan : Read More→
Sebuah Renungan
Posted by: | CommentsMari kita perhatikan perilaku binatang dan tumbuhan. Bagaimana lebah menciptakan sarangnya dengan arsitektur yang indah, semut-semut yang bekerja tekun dan kompak. serta berkelompok-kelompok dengan manajemen yang sangat rapi.
Coba kita perhatikan, seperti apakah sarang semut itu? Mereka membuat sarang yang terdiri dari ruangan-ruangan yang berfungsi sebagai gudang tempat menyimpan makanan, ruang untuk menyimpan larva, ruang makan ratu, semut yang dilayani oleh semut pekerja dan tempat bertelur.
Kemudian telur semut itu dibawa oleh semut pekerja ke ruangan khusus penyimpanan telur. Ruang semut jantan dan ruang semut betina terpisah, sementara kepompong yang sudah menjadi semut sempurna diletakkan pada ruangan tersendiri dan ada semut yang bertugas merobek kepompong untuk mengeluarkan semut-semut yang masih bayi. Kita lihat di ruangan yang lain, semut ini memelihara kepompong. Mereka merawatnya dan memberinya makanan layaknya bayinya sendiri. Mereka mengharapkan kelak anak angkatnya ini mampu membalas jasa baiknya.
Optimislah…..!!!
Posted by: | CommentsJikalah derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa,
Sedang ketegaran akan lebih indah dikenang nanti.
Jikalah kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa tidak dinikmati saja,
Sedang ratap tangis tak akan mengubah apa-apa.
Jikalah luka dan kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa,
Sedang ketabahan dan kesabaran adalah lebih utama.
Lucu Yaa ???
Posted by: | CommentsSeorang teman baik mengingatkanku tentang kehidupan dengan tulisan berikut :
Lucu ya, 45 menit terlalu lama untuk berdzikir, tapi betapa pendeknya waktu itu untuk pertandingan sepak bola.
Lucu ya, uang Rp. 20.000,- begitu besar bila dibawa ke kotak amal, tapi begitu kecil bila dibawa ke supermarket.
Lucu ya, betapa lamanya 2 jam berada di masjid, tapi betapa cepatnya 2 jam berlalu di bioskop.
Ibunda, Kenapa Engkau Menangis ???
Posted by: | CommentsSuatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. “Ibu, mengapa Ibu menangis?”. Ibunya menjawab, “Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak”. “Aku tak mengerti” kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti….”
Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. “Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas? “Sang ayah menjawab, “Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan”. Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.
Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Read More→








