Archive for Corat Coret

Apr
28

Banyak Anak…..Takut?????

Posted by: riyanti | Comments (32)

Hmmm…menyinggung soal banyak sedikitnya anak, aku pikir banyak dari ibu-ibu atau kaum hawa yang berbeda pendapat soal ini, klo menurut kawan-kawan sendiri mempunyai banyak anak itu kek gimana sich? Repot?

Klo menurut aku sie…

Anak itu kan pemberian Alloh, titipan Alloh bukan titipan suami. Selagi Yang Maha Kuasa masih berkenan memberi, kenapa mesti ditolak? Apalagi Nabi kita tercinta sangat menganjurkan “Sebaik-baik istri kalian adalah yang banyak melahirkan anak dan penuh cinta kasih”

Kata orang jaman sekarang, punya banyak anak repot. Aku kok kurang sependapat dengan ungkapan ini. Memang betul, anak-anak bikin kita repot, apalagi kalau sedang bertengkar atau ngambek bareng-bareng. Tapi, sebentar kemudian kembali akur dan baik lagi. Tidak pernah dan nggak mungkin mereka ribut selama 24 jam. Kalau diperhatikan, sebenarnya lebih banyak masa-masa yang menyenangkan ketimbang merepotkan, lagi pula, apakah tanpa mereka hidup kita akan mulu-mulus saja? Read More→

Categories : Ananda, Corat Coret, Nisa'
Comments (32)
Feb
14

Al-Wudd 4 Belahan Hati & Jiwaku

Posted by: riyanti | Comments (37)

Wahai belahan hati dan jiwaku,

meskipun jauh di mata dan penglihatanku

Engkau adalah jiwaku meskipun aku tak melihatmu

Engkau bagiku lebih dekat daripada segala yang dekat dalam diriku


Bayanganmu selalu di mataku

mulutku selalu menyebutmu

Dan kau selalu di hatiku

mana mungkin engkau terlupakan olehku Read More→

Categories : Corat Coret, PuisiQ
Comments (37)
Jan
09

When To Say, “I LoPe U”

Posted by: riyanti | Comments (20)

The keys to making it memorable…

The climax of just about every love story is that key moment when the object of affection looks longingly into the other’s eyes; their heart pounds so fast that it sends paralyzing jolts of euphoria throughout the body, and then they say those three little magic words… I love you. This scenario is maybe what we see in the movies, but it is also how we imagine it happening in real life. And, quite frankly how it really should be. Anything else is nothing short of a disappointment. So, how can you ensure that your first “I love yous” will play out like the scene you’ve always envisioned? Read on.

One of the most important things to know about saying I love you is that, from the receiver’s point of view, having someone tell you that they love you when the feelings aren’t reciprocated is a horrible feeling. All of a sudden, feelings of fear and a sense of obligation emerge. With this in mind, take the following advice to heart if you are the one saying the first, “I love you.” Even though being honest to yourself and others is of utmost importance, taking your partner’s feelings into consideration is an equally necessary component. We often tell ourselves we are experiencing true love when we feel lust, excitement and connection. In my opinion, time is the only sure way to decipher the true nature of your emotions. Read More→

Comments (20)
Dec
07

Aku & Pahlawanku

Posted by: riyanti | Comments (10)

Hidup bagi pahlawan adalah medan pertempuran, hidup atau mati, tangisan atau senyuman, medali atau tebar bunga, pujian atau kerinduan, cinta atau kebanggaan, ancungan jempol atau ucapan selamat jalan. Pahlawan tidak mengenal pamrih, untung rugi, apalagi belas kasih, yang ada dalam jiwanya adalah kemenangan dan kemerdekaan sejati. Menang melawan gejolak nafsu keduniaan, merdeka dari penjara bengis kemiskinan hati, lepas dari belenggu ria dan kekangan hidup dunia hedonis.

Ayahku Pahlawanku

Pahlawan adalah jiwa yang ada pada diri setiap manusia, ia tumbuh menjadi pondasi penopang perjalanan hidup, ia berkembang menjadi harapan dan tumpuhan hidup bagi segenap jiwa yang menginginkan kebahagiaan.

Ayah adalah pahlawan yang ingin melihat keluarganya merdeka dari penderitaan, semua ayah pasti ingin keluarganya bahagia, oleh karena itu segenap jiwa raga dan harapannya dicurahkan untuk keluarganya.

Begitu kuat mengalir darah kepahlawanan pada diri ayah. Waktu, tenaga dan perasaan ia korbankan untuk membahagiakan keluarga. Kadang ayah harus menyembunyikan perasaannya yang sakit Read More→

Categories : Corat Coret
Comments (10)
Aug
30

Si Cat-i Ku yang Gagah…

Posted by: riyanti | Comments (11)

My Cat-iQ

Innalillahi wa inna illaihi roji’un…

Telah pulang ke rahmatullah my cat-i yang gagah…

Semoga ia tenang di sisi-Mu Ya Rabb…

Pagi ini, 30 Agustus 2009, si cat-i telah tiada, ia telah pulang ke rahmatullah dengan tenang, aku baru tahu ketika baru pulang dari masjid, ngaji shubuh, ngaji ketika setelah sholat shubuh sampai matahari terang menyelimuti bumi nan luas ini, ya itulah kegiatan yang udah menjadi rutinitas ketika di bulan ramadhan bersama teman2 jam’iyyah di kampungku dengan pembina dari fak. Syari’ah 3Bakti. Ketika dari kejauhan aku melihat bapak sama adikku sedang menggali tanah di depan, tak tahu buat apa, setelah sampai baru dikasih tau kalau si cat-i telah tiada.

Read More→

Categories : Corat Coret
Comments (11)
  1. Tidak bertanggung jawab, tampak dalam perilakunya yang selalu mengabaikan pelajaran, misalnya untuk bersenang-senang dan tidak mau terikat dengan kegiatan apapun dan ingin bebas.

  2. Sikap yang sangat agresif dan sangat yakin terhadap diri sendiri, yang kemudian mengakibatkan tindakan yang sembrono dan tidak mau tahu akan konsekuensi dari tindakannya tersebut.

  3. Perasaan tidak aman, yang mengakibatkan remaja patuh mengikuti standar-standar kelompok, seperti dianggap tidak setia kawan, sehingga ia melakukan hal yang dianggap sebagai kesetiakawanan.

  4. Merasa ingin pulang bila berada jauh dari lingkungan yang tidak dikenal, sehingga mengakibatkan pengalaman yang kekanak-kanakan.

  5. Perasaan menyerah ketika menghadapi pekerjaan yang gagal.

  6. Terlalu banyak berkhayal untuk mengimbangi ketidakpuasan yang diperoleh dari kehidupan sehari-hari. Karena kondisinya yang tidak memuaskan tersebut, tentunya ia akan berkhayal akan suatu kepuasan yang dapat menjadikan remaja itu bahagia.

  7. Mundur ketingkat perilaku yang sebelumnya agar disenangi dan diperhatikan. Sehingga terjadi romantisme dan terhanyut akan keberhasilan yang dulu.

Categories : Corat Coret
Comments (3)

Riyanti`Cak3p2Ya realita wanita itu diibaratkan makhluk yang lemah yang kecenderungan lebih suka menangis. Dia lebih mengedepankan perasaannya daripada logika bak`nya seorang laki2. Jadi klo ada wanita menangis itu wajar but klo ada seorang laki2 itu menangis?? *pikir sendiri ajach*

Hari ini aku menangis, kemarin aku juga menangis, lusa, kapan hari aku juga menangis *cengeng banget sich ini cewek* (may be yang ada di benak kalian seperti itu)….ya itulah sebutan yang pantes buat diriku, aku ini cewek yang cengeng dan lemah, tak ada seorang pun yang bisa ngerti perasaanq, baik di rumah maupun di tempat yang aku pijak sekarang, kamu bilang ngerti apa yang aku rasakan, dia juga bilang ngerti apa yang aku rasakan, mereka juga bilang ngerti apa yang aku rasakan, tapi apakah kalian benar2 mengerti atau cuma Read More→

Categories : Corat Coret
Comments (15)
Aug
06

Hasrat Ingin Tahu Manusia

Posted by: riyanti | Comments (3)

Ilmu pengetahuan berawal pada kekaguman manusia akan alam yang didiaminya dan dihadapinya, baik alam besar maupun alam kecil. Manusia sebagai makhluk yang dapat berfikir, karena memang dikaruniai akal pikiran sehingga mereka memiliki hasrat ingin tahu. Sifat ingin tahu manusia telah dapat disaksikan sejak manusia masih kanak-kanak. Read More→

Categories : Corat Coret
Comments (3)
Aug
04

Naluri Seorang Anak kah???

Posted by: riyanti | Comments (3)

Kemarinn..kemariinn sungguh hari yang menganehkan + mengesankan bagiku…*pengen ketawa ndiri teruz jika ingat*

Pagi itu tepatnya hari senin tanggal 20 Juli 09, aku pengen masak sayur asem, sambal teri, pluz lauk tempe goreng (waaaaaaahh seger begete nich). Nah tepat jam 8 pagi aku baru belanja (duuuhh siang banget yah masaknya hehehehe…). Gara2 belanja di satu tempat belon bisa terpenuhi (maksudnya mah masih ada yg kurang atuh) terpaksa nyari sana sini (nyari ikan teri-nyah) tapi belon juga dapet. Terpaksa naik motor muter2 buat nyari ikan teri itu, akhirnya dapet juga di toko yang ini (tokonya Mbak Win).

Di sini nich kejadiannya, aneh. Biasa klo mo beli sich harus ngantri dulu soalnya di sini paling murah meriah n sumeh yang jualan xixixixi….

Waktu itu di dalam tokonya ada nenek2 lagi menggendong cucunya, masih balita, cewek, imut, luthu, masih berumur + 2 tahunan. Wah yg pasti klo tahu anak balita bawaannya nggemesin melulu, yang pengen nyiumi lah nyubit lah (gemes begete dech). Nah, waktu aku ngantri di depan tokonya n si nenek berada di dalam toko otomatis kan saling berhadapan, ini nich si balita yang lagi digendong ama ne2k tadi ngeliat aku terus tangannya kayak mau minta gendong gt dech sambil mo nangis lagi waduh tape dech -_-! Eh mba Win (yang punya toko) malah bilang gini, itu mo gendong mbak`e dikiranya ibuk`e mbah gitu soale sama2 pake kerudung + kacamatanya (katanya sich emang mirip, wahh cloning nich xixixixi). Abiz itu si ne2k akhirnya keluar n deketin aku, wah tambah aneh lagi nich, ternyatah benar yang dibilang sama yang punya toko tadi klo si balita itu mo gendong sama aku. Masak waktu aku gendong malah si balita senyum2 gitu wahh nggemesin dech *pengen nyiumin terus nich*… Read More→

Categories : Corat Coret
Comments (3)