Jika si Kecil Menangis
Jangan panik karena tangisan bayi Anda. Itu adalah cara ia mengungkapkan emosinya.
Menangis adalah satu dari sekian banyak cara manusia mengungkapkan emosinya. Menangis juga merupakan cara awal bayi berkomunikasi. Khususnya selama 12 bulan pertama kehidupannya. Lewat tangis, ia memberitahukan kebutuhan-kebutuhannya kepada Anda seperti rasa lapar, lelah, pedih, dan keadaan tubuh yang tak menyenangkan lainnya, serta untuk memenuhi keinginan diperhatikan.
Pada umumnya bayi sering menangis pada minggu-minggu pertama kehidupan, baik siang maupun malam. Ini karena bayi yang baru lahir masih berada dalam fase penyesuaian dari dalam kandungan ke dunia luar. Jadi, jika ia sering menangis, tak usah cemas!
Banyak sedikitnya tangisan, menurut Elizabeth B. Hurlock dalam bukunya yang dialihbahasakan , Perkembangan Anak II, berbeda-beda menurut cepat dan memadainya pemenuhan kebutuhan dan keinginan mereka. Jika dipenuhi dengan segera, bayi kemudian hanya akan menangis karena merasa sakit dan tak nyaman. Setelah umur dua minggu, ada sebagian bayi yang menangis berlebihan. Dalam kebanyakan kasus dilaporkan, orang tua bayi tersebut tak cepat memperhatikan tangis bayinya dan tak konsisten menanggapinya.
Jumlah dan frekuensi tangisan juga bervariasi dan bertepatan dengan jadwal si bayi sendiri. Misalnya, bayi paling sering menangis sebelum saatnya diberi makan dan sebelum waktunya tidur malam. Ketika bayi dapat menyesuaikan diri dengan jadwal waktu makan dan tidur, tangisan pada saat-saat tersebut berkurang.
Para ahli perawatan anak beranggapan bahwa tangisan tangisan bayi mempunyai arti berbeda-beda. Setiap jenis tangisan mengkomunikasikan pesan tersendiri untuk ayah ibunya. Jangan mengangkatnya setiap kali ia rewel atau menangis. Carilah apa yang salah dan jika tak terlalu serius, segera alihkan perhatiannya. Jika bayi menangis karena penyakit, periksakan ia ke dokter. Tapi jika tidak, Anda dapat membantu menenangkannya. Berikut jenis-jenis tangis bayi sesuai usinya.
ARTI TANGISAN BAYI 0 – 3 BULAN
“Saya Lapar.”
Tangis lapar biasanya memiliki pola khas. Ia menangis, lalu stop untuk bernafas, menangis lagi, lalu stop untuk bernafas. Biasanya diselingi gerakan mengisap. Jika sangat lapar, tangisnya lebih keras dan terus menerus.
“Saya bosan.”
Tangis bosan biasanya pendek, diikuti keheningan, lalu tangis pendek lagi. Tangisnya akan berlanjut jika Anda tak segera mendekatinya dan mengajaknya bermain.
“Saya lelah.”
Tangis lelah berupa rengekan. Ia mungkin akan menggosok-gosok wajahnya dan memutar kepalanya dari satu sisi ke sisi lain. Sebuah usapan atau gerakan berirama cukup menenangkan ia dan bisa membuatnya tidur.
“Saya kesepian.”
Beberapa bayi butuh perhatian lebih dibanding bayi lainnya dan mulai merasa kesepian ketika ia ditinggalkan sendiri untuk waktu lama. Tangis kesepian berupa rengekan setiap menit dan kadang diikuti air mata. Jika Anda membelai dan memeluknya maka tangisnya akan berhenti.
“Saya kolik.”
Kolik dialami pada 3 bulan pertama kehidupan dan biasanya terjadi sore hari menjelang malam. Tangis kolik sangat keras disertai jeritan dan episodik: suatu saat timbul, suatu saat hilang, tapi hanya satu atau dua menit, lalu menangis lagi. Biasanya diikuti gerakan tangan ke arah perut, badan mengencang, dan kadang disertai buang angin. Gosoklah perut si kecil dengan minyak telon atau minyak penghangat lainnya.
“Saya sakit.”
Rasa sakit diungkapkan dengan tangis melengking, keras disertai rintihan serta rengekan. Tangis bayi yang perutnya mulas, lebih melengking dan lebih ribut.
ARTI TANGISAN BAYI 4 – 12 BULAN
Biasanya di usia 3 – 4 bulan tangis bayi mulai berkurang karena ia sekarang mulai tahu apa yang ada di sekelilingnya. Ia mau mendengarkan dan tertarik terhadap segala sesuatu du sekelilingnya.
“Saya lapar.”
Rasa lapar masih nyata menyebabkan ia menangis. Dan nadanya masih sama seperti saat ia baru lahir.
“Saya tumbuh gigi.”
Kebanyakan bayi mulai tumbuh gigi usia 6 bulan ke atas. Biasanya tangisnya muncul di sore hari, kuat seperti tangis sakit karena ada rasa nyeri.
“Saya cemas.”
Mulai usia 7 atau 8 bulan, kebanyakan bayi menangis karena cemas, terutama saat ia “kehilangan” Anda dan karenanya membuatnya merasa tak aman. Jika Anda meninggalkannya atau ia tak melihat Anda, meski Anda ada di dekatnya, ia akan menangis.
“Saya ingin diperhatikan.”
Lewat usia 6 bulan, si kecil mulai belajar bahwa menangis adalah alat untuk memperoleh perhatian. Bayi usia 7 atau 8 bulan cukup menyadari, dengan menangis, Anda akan segera berlari mendekatinya. Lebih baik Anda tak buru-buru menggendongnya, tapi hiburlah atau ajak main.
“Saya sakit.”
Rasa sakit yang ia alami lebih karena benturan-benturan pada fisiknya saat ia bergerak aktif. Meski tidak luka, tetap memungkinkan ia menangis. Mungkin lebih karena rasa kaget. Mengalihkan perhatiannya dapat menolong ia melupakan sakitnya dengan cepat.
“Saya sangat lelah.”
Lelah berlebihan ditunjukkan oleh rengekan, lekas marah, dan akhirnya menangis.
“Saya marah.”
Mulai usia 9 bulan, dalam dirinya mulai berkembang konsep, “Saya ingin” dan kemarahan merupakan caranya untuk menunjukkan ras frustasinya ketika sesuatu tak diperoleh sesuai keinginannya. Ia juga terhalang oleh kemampuan komunikasinya yang masih baru. Karena tak bisa mengungkapkan keinginannya dengan kata-kata, ia akan menggenggam erat kepalan tangannya dan pipinya memerah, untuk menunjukkan kepada Anda bahwa ia tak puas dengan situasi yang ada.
Nah, itulah beberapa ciri tangisan bayi Anda. Kini Anda sudah tahu rahasianya, kan?? Jadi, jangan panik dan cemas lagi!
Share This Article
Sign up Free Email Newsletter
Stay Updates with this Blog. Get Free email newsletter updates, Enter your Email here:Don't forget to confirm your email subcription









27 Comments to “Jika si Kecil Menangis”
link sudah di adds ma kasih yaaaaa kok pindahan juga ya
[Reply]
riyanti Reply:
September 2nd, 2009 at 9:13 am
xixixi, njih kang…matur tengkyu ea…
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang 2 ^-^
[Reply]
SAHABATKU RAIH FITRAH DIRI menjadi MANUSIA SEUTUHNYA UNTUK MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
[Reply]
Walah dalah…
Kayaknya akan sangat sulit untuk membedakan berbagai macam tangisan bayi itu, ya..?
[Reply]
riyanti Reply:
September 2nd, 2009 at 1:33 pm
ya begitulah kang xixixi maklum khan belon bs ngomong si dia-nya xixixi ^-^
Salam sayank
[Reply]
Wah, ini beneran Non?… emang sudah ngebukti’in?
Salam sayank too
[Reply]
riyanti Reply:
September 3rd, 2009 at 3:10 am
kkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk *ngakak* bukane udah ngebuktiin kang, nikah aje belon anak dari mana coba kkkkkkkkkkkkkkk tetangga kalee ea?…but nggunting dari artikel, ketik ulang, postingin dech biar bs buat nmbh pengetahuan tmn2 jugah gt maksudnya atuh kang de2kusn…^-^
Salam sayank
[Reply]
Slmt Malam, pada kemana ini teh? ko sepi
[Reply]
riyanti Reply:
September 3rd, 2009 at 3:11 am
udah bo2 kang makana sepi, xixixixi
Selamat pagi ajah dech
Salam sayank
[Reply]
Wah, jeng riyanti dah punya pengalaman sama tangisan bayi… Sudah punya momongan belum? He.he.
[Reply]
riyanti Reply:
September 3rd, 2009 at 3:12 am
@ kolojengking : nikah aje belon kang, mo2ngan dari manah atuh? tetangga aku ea? xixixi
Salam sayank
[Reply]
wow mantep juga… buat pencerahan sekalian nambah elmu
[Reply]
riyanti Reply:
September 3rd, 2009 at 3:12 am
matur tengkyu areep ^-^
Salam sayank
[Reply]
@Neng Riyanti
Mantab’s, dan tangisan bayi itu mempunyai frekuensi yang aneh… sehingga bisa membuat orang yang tidur nyenyak terbangun.
[Reply]
riyanti Reply:
September 3rd, 2009 at 6:52 am
@Haniifa : njih kang, kadang gini kadang gitu beda2 model tangisannya he3…cuman aku belom tahu sendiri klo lagi tidur dibangunin ama tangisan si bayi, lha belon pny mo2ngan sie xixixi…
Salam sayank
[Reply]
Masih belum bisa menerjemahkan tangisan ponakanku…
[Reply]
@Neng Riyanti
Tapi kalau tangisan pacar mah, cuekin ajah… biasanya airmata buaya.
[Reply]
riyanti Reply:
September 6th, 2009 at 2:28 am
@Kang Haniifa
tangisan pacar, tangisan buaya, nek cew lubang buayane ea kang? kkkkkkkkkkkkkkkkkkk *ngakak*
Salam sayank
[Reply]
tangisan bayi tangisan tak berdosa…
[Reply]
riyanti Reply:
September 19th, 2009 at 1:25 pm
@Sastro
thankz atas comment kang
Salam kenal n salam sayank wae ^-^
[Reply]
ah enak juga disini baca-baca
maap neng numpang teduh mana tahu ada kopi
[Reply]
riyanti Reply:
December 30th, 2009 at 2:46 am
@Filar biru :
kulo damelaken kopi rumiyin njih
Monggo kang disekecak`aken mawon anggene maos hehehe
btw, lam kenal ea n salam sayank
[Reply]
assalamualaikum….
mbak… kok tiap ending posting pake ‘salam sayang’ gitu…. kalo yang dkasih comment cewek sih wajar2 aja… kalo cowok, bikin merinding lho… hehe…
[Reply]
riyanti Reply:
January 17th, 2010 at 2:48 am
wa’alaikum salam…
waduh masak sih?? temen2q dah biasa tuh klo blogwalking sering gt, qt khan mo tebar kasih tayank kang hehehehe….
salam sayank lg dach ^^
[Reply]
Salam kenal, nah tuh dah punya tips meskipun belum nikah, nanti tidak kaget lagi kalau udah punya momongan
[Reply]
riyanti Reply:
March 31st, 2010 at 3:00 am
Amien…moga2 aja tidak kaget ntar xixixi….
lam kenal balek jg ea…^^
[Reply]
Hands down, Apple’s app store wins by a mile. It’s a huge selection of all sorts of apps vs a rather sad selection of a handful for Zune. Microsoft has plans, especially in the realm of games, but I’m not sure I’d want to bet on the future if this aspect is important to you. The iPod is a much better choice in that case.
[Reply]